Bentrokan di Ibu Kota Sudan Makin Memanas, 56 Orang Tewas dan 600 Alami Luka-luka

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Minggu, 16 April 2023 | 16:19 WIB
Ilustrasi, terjadi pertempuran di Sudan tepatnya di Khartoum yang saat ini menewaskan 56 orang dan 600 lainnya luka-luka. (Pixabay.com/PublicDomainPictures)
Ilustrasi, terjadi pertempuran di Sudan tepatnya di Khartoum yang saat ini menewaskan 56 orang dan 600 lainnya luka-luka. (Pixabay.com/PublicDomainPictures)

Pihaknya juga terus melihat pertempuran yang berlangsung sengit antara tentara militer dan pasukan paramiliter.

Baca Juga: 6 Produk Apple yang Rumornya Akan Rilis Tahun 2023, Salah Satunya MacBook Air 15 Inch

"Kami terus melihat pertempuran di Khartoum dekat sekitar istana kepresidenan," tambahnya.

Tidak hanya itu, terdengar berbagai tembakan di sekitar dan belum jelas siapa yang mengendalikan istana.

"Kami bisa mendengar tembakan dilepaskan. Kita bisa mendengar artileri berat ditembakkan. Tidak jelas siapa yang mengendalikan istana, dan ada pertempuran di televisi negara. Tentara mengatakan mereka mengendalikan markas besarnya dan juga Bandara Internasional Khartoum," ungkapnya.

Baca Juga: Resmi Berbaju Oranye, KPK Tetapkan Wali Kota Bandung Yana Mulyana Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap

Kekuatan global, AS, Rusia, Mesir, Arab Saudi, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa dan Uni Afrika, semuanya menyerukan untuk segera mengakhiri permusuhan.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia telah berbicara dengan menteri luar negeri Arab Saudi dan UEA dan mengatakan ketiga negara 'sepakat bahwa sangat penting' bahwa pertempuran di Sudan berakhir.

"Saya mendesak Jenderal Abdel Fattah Abdelrahman al-Burhan dan Jenderal Mohamed Hamdan Degalo untuk mengambil tindakan aktif guna mengurangi ketegangan dan memastikan keselamatan semua warga sipil," kata Blinken.

Baca Juga: Preview Dr Romantic 3: Kim Sabu Berhasil Buka Trauma Center di RS Doldam, Satu Sosok Ini Menanti!

"Satu-satunya jalan ke depan adalah kembali ke negosiasi yang mendukung aspirasi demokrasi rakyat Sudan," terangnya.

China juga menyatakan keprihatinannya, dengan kementerian luar negeri di Beijing mendesak semua pihak di Sudan untuk menghentikan tembakan guna mencegah situasi meningkat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X