Menurut dia, kesepakatan akhir harus mampu menyelesaikan seluruh persoalan yang menjadi sumber ketegangan, termasuk isu nuklir Iran, sanksi ekonomi AS, status Selat Hormuz, serta penghentian permusuhan secara permanen.
Di tengah kebuntuan tersebut, situasi di Selat Hormuz juga masih menjadi salah satu persoalan paling sensitif.
Iran dan Oman pada 25 Agustus dilaporkan mulai membahas kerangka sementara untuk mengatur lalu lintas pelayaran di jalur strategis tersebut, sementara pembicaraan yang lebih luas mengenai penyelesaian konflik Iran-AS masih menghadapi jalan buntu.
Baca Juga: Amerika Serikat Siapkan 'Sanksi Terberat dalam Sejarah' terhadap Iran, Begini Tanggapan Tiongkok
Abdelatty menegaskan Mesir akan terus mempertahankan jalur komunikasi dengan para pihak terkait dan mendorong penyelesaian melalui diplomasi guna mencegah konflik berkepanjangan semakin memperburuk ketidakstabilan di kawasan.***
Artikel Terkait
Iran dan Oman Klaim Kemajuan Positif dalam Pembahasan Pengaturan Pelayaran Selat Hormuz
Cultural Counsellor Kedutaan Besar Iran dan Penulis Syiah Saudara Sekiblat Gaungkan Ukhuwah Islamiah
Menlu Iran Kecam Ancaman Ekonomi AS: Kebijakan Gagal Hanya Picu Kekalahan
Amerika Serikat Siapkan 'Sanksi Terberat dalam Sejarah' terhadap Iran, Begini Tanggapan Tiongkok
Presiden Iran: Nota Kesepahaman Islamabad Tak Memuat Konsesi, Teheran Tetap Pertahankan Martabat