SENAYANPOST - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa negosiasi dengan pihak yang berlawanan tidak dapat dipandang sebagai bentuk kemunduran atau kompromi, selama proses tersebut diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan nasional dan hak-hak rakyat Iran.
Pernyataan itu disampaikan Ghalibaf dalam tanggapannya terhadap surat Pemimpin Redaksi Kayhan Hossein Shariatmadari mengenai sikapnya terhadap negosiasi dengan musuh, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita IRNA pada 26 Agustus 2026, dikutip SenayanPost.com.
Ghalibaf mengatakan negosiasi hanya akan memiliki arti apabila mampu membantu memajukan kepentingan nasional, mewujudkan hak-hak bangsa, menghapus ketidakadilan, serta memperkuat pencapaian yang diperoleh melalui perlawanan.
Menurut dia, terlibat dalam dialog dengan pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian para pemimpin, komandan militer, ilmuwan, dan warga Iran bukanlah sebuah keistimewaan.
Baca Juga: Menlu Mesir: Negosiasi Iran-Amerika Serikat Buntu, Kairo Dorong Kesepakatan Damai
Sebaliknya, tugas tersebut merupakan ujian berat sekaligus tanggung jawab besar.
Ghalibaf mengapresiasi Shariatmadari yang dinilainya telah mengingatkan mengenai cita-cita Revolusi Islam, arahan para pemimpin sebelumnya, serta pengorbanan para pendukung revolusi.
Mengutip ayat Al-Qur'an tentang pentingnya mempersiapkan kekuatan, Ghalibaf menegaskan bahwa dialog, apabila diperlukan, harus ditempatkan sebagai bagian dari perjuangan dan perlawanan, bukan sebagai tanda kelemahan.
Ia juga menekankan pentingnya berinteraksi dengan dunia melalui posisi yang kuat.
"Setiap tindakan rasional, dialog yang berwibawa, atau upaya untuk mengambil kembali hak-hak bangsa dari musuh tidak boleh disalahartikan sebagai kompromi dan sikap pasif," kata Ghalibaf.
Baca Juga: Presiden Iran: Nota Kesepahaman Islamabad Tak Memuat Konsesi, Teheran Tetap Pertahankan Martabat
Negosiasi Harus dari Posisi Kuat
Ghalibaf mengatakan kebijakan Iran harus tetap berlandaskan pada martabat, kebijaksanaan dan kemaslahatan.
Artikel Terkait
Cultural Counsellor Kedutaan Besar Iran dan Penulis Syiah Saudara Sekiblat Gaungkan Ukhuwah Islamiah
Menlu Iran Kecam Ancaman Ekonomi AS: Kebijakan Gagal Hanya Picu Kekalahan
Amerika Serikat Siapkan 'Sanksi Terberat dalam Sejarah' terhadap Iran, Begini Tanggapan Tiongkok
Presiden Iran: Nota Kesepahaman Islamabad Tak Memuat Konsesi, Teheran Tetap Pertahankan Martabat
Menlu Mesir: Negosiasi Iran-Amerika Serikat Buntu, Kairo Dorong Kesepakatan Damai