Sumber tersebut mengatakan bahwa masalah nuklir Iran bukanlah bagian dari kesepakatan awal dengan Amerika Serikat.
Baca Juga: Benjamin Netanyahu dan Donald Trump Bahas Iran di Tengah Laporan Persiapan Serangan Baru
"Masalah nuklir akan dibahas dalam negosiasi untuk kesepakatan akhir dan oleh karena itu bukan bagian dari kesepakatan saat ini. Belum ada kesepakatan mengenai stok uranium yang diperkaya tinggi milik Iran yang akan dikirim keluar negeri," kata sumber tersebut pada 24 Mei 2026, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.
Pekan lalu, sumber-sumber Iran mengklaim bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, telah mengeluarkan arahan bahwa uranium yang hampir setara dengan senjata nuklir tidak boleh dikirim ke luar negeri.
Iran, yang bertekad untuk menghancurkan Israel, memiliki stok lebih dari 400 kilogram uranium yang diperkaya tinggi, yang menurut pejabat Israel cukup untuk 11 bom nuklir jika diperkaya lebih lanjut.
Awal bulan ini, seorang pejabat militer senior Israel mengatakan bahwa jika uranium tersebut tidak dipindahkan, perang yang diluncurkan pada bulan Februari dapat dianggap sebagai 'kegagalan besar'.***
Artikel Terkait
Presiden AS Donald Trump Sebut Iran Hancur, Laporan CIA Justru Ungkap Hal Ini
Kementerian Pertahanan Iran: Angkatan Bersenjata Siap Hadapi Agresi Baru AS dan Israel
Benjamin Netanyahu dan Donald Trump Bahas Iran di Tengah Laporan Persiapan Serangan Baru
Di Tengah Kebuntuan Negosiasi AS dan Iran, Harga Minyak Tembus 110 Dolar per Barel
Iran Ajukan Proposal Baru ke AS: Tuntut Ganti Rugi hingga Penarikan Pasukan Amerika