Laporan: Iran Ungkap Pembicaraan Nuklir dengan AS, Masih Ada Kesenjangan

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 19 April 2026 | 20:03 WIB
Sebuah laporan ungkap pembicaraan nuklir antara AS dan Iran yang masih menemukan banyak kendala sehingga belum terjadi kesepakatan. (t.me/Martyr Ayatollah Khamenei)
Sebuah laporan ungkap pembicaraan nuklir antara AS dan Iran yang masih menemukan banyak kendala sehingga belum terjadi kesepakatan. (t.me/Martyr Ayatollah Khamenei)

Hal ini menyusul laporan bahwa kesepakatan AS-Iran hampir selesai, meskipun kedua pihak harus menunjukkan fleksibilitas untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut, kata Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar pada hari Jumat.

Berbicara di Forum Diplomasi Antalya di Turki, Dar mengatakan Pakistan 'akan melakukan segala upaya' dalam upayanya untuk mencapai perdamaian.

"Apa yang ingin dilihat Pakistan bukanlah perpanjangan gencatan senjata, tetapi pengakhiran perang secara permanen," kata Ishaq Dar.

"Kami telah menyelesaikan lebih dari 80 persen pekerjaan. Kedua pihak (AS dan Iran) perlu menunjukkan fleksibilitas," tambahnya.

Baca Juga: Analis: Armada Asimetris Iran Jadi Tantangan bagi Kekuatan Amerika Serikat di Teluk Persia

Menurut Dar, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan kepala militer Asim Munir telah terlibat dalam mediasi diskusi antara kedua pihak, termasuk pembicaraan yang diadakan di Islamabad pekan lalu, yang tidak menghasilkan kesepakatan akhir, meskipun negosiasi terus berlanjut.

Tim negosiasi Pakistan yang dipimpin oleh Munir saat ini berada di hari ketiga kunjungannya ke Teheran, di mana mereka bertemu dengan para pejabat senior Iran untuk memajukan upaya menuju kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Sharif juga menghadiri forum Antalya, mengakhiri serangkaian kunjungan regional yang mencakup kunjungan ke Arab Saudi dan Qatar, di mana ia dan Dar mengadakan pertemuan dengan para pemimpin senior mengenai pembicaraan yang dimediasi Pakistan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X