SENAYANPOST - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) membantah laporan pada hari Jumat bahwa kapal perang yang dikerahkan ke Timur Tengah mengalami pembatasan jatah konsumsi.
Lebih lanjut, dalam kabar tersebut para pelaut diduga diberi makanan yang oleh sebagian orang di media sosial digambarkan sebagai 'makanan sisa yang dijatah'.
"Laporan baru-baru ini yang menuduh kekurangan makanan dan kualitas buruk di atas kapal kami yang dikerahkan adalah salah," demikian bunyi pernyataan yang dirilis oleh Kantor Kepala Operasi Angkatan Laut, yang dipimpin oleh Laksamana Daryl Caudle pada 17 April 2026, dikutip SenayanPost.com dari New York Post.
"Baik USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli memiliki cukup makanan di atas kapal untuk menyajikan pilihan makanan sehat bagi awaknya," lanjut pernyataan tersebut.
Baca Juga: Iran Perketat Pengawasan Selat Hormuz, Tuding AS Langgar Kesepakatan
"Kesehatan dan kesejahteraan para Pelaut dan Marinir kami adalah prioritas utama saya, dan setiap anggota awak terus menerima makanan yang porsinya lengkap dan seimbang secara nutrisi," lanjutnya.
Penolakan Caudle menyusul laporan USA Today yang menyertakan gambar-gambar mengejutkan dari nampan makan siang yang sebagian besar kosong yang diduga disajikan di kedua kapal perang tersebut.
Salah satu gambar yang menurut media tersebut diberikan oleh ayah seorang Marinir anonim di atas kapal Tripoli menunjukkan dua nampan yang hanya berisi sedikit daging cincang dan satu tortilla.
Gambar lain yang dibagikan oleh keluarga seorang anggota militer anonim menunjukkan makan malam pertengahan April yang disajikan di atas kapal Lincoln yang terdiri dari 'segenggam kecil wortel rebus, sepotong daging kering, dan sepotong daging olahan berwarna abu-abu'.
Baca Juga: PBB Sambut Baik Pembukaan Selat Hormuz oleh Iran, Dinilai Dapat Redakan Ketegangan
"Makanannya hambar dan jumlahnya tidak cukup, dan mereka selalu lapar," kata Karen Erskine-Valentine, seorang pendeta dari West Virginia kepada media tersebut tentang apa yang ia dengar dari keluarga seorang anggota militer di atas kapal induk.
Seorang pengguna media sosial menggambarkan 'potongan daging misterius berwarna abu-abu' dalam salah satu gambar tersebut menyerupai 'sol sepatu'.
Yang lain mengatakan makanan yang diduga itu tampak seperti sesuatu yang 'tidak akan Anda berikan kepada anjing' dan 'jatah kelaparan'.
Pernyataan Caudle tidak secara langsung menanggapi gambar-gambar dalam berita USA Today tersebut.
Artikel Terkait
AS dan Indonesia Tingkatkan Kemitraan Pertahanan, Pete Hegseth dan Sjafrie Sjamsoeddin Sepakati Kerja Sama Baru
Isu Izin Terbang AS Mencuat, Kemhan Pastikan Bukan Bagian MDCP
Presiden AS Donald Trump Sebut Perang terhadap Iran 'Hampir Berakhir'
Analis Keamanan: Iran dan AS Bersiap untuk Negosiasi atau Eskalasi Perang
Iran Perketat Pengawasan Selat Hormuz, Tuding AS Langgar Kesepakatan