Pengamat Sebut Turki atau Pakistan Bisa Jadi Musuh Baru Israel Penjajah

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 17 April 2026 | 22:03 WIB
Analis Israel menyebut Turki atau Pakistan bisa menjadi musuh negara tersebut setelah dianggap sukses melemahkan Iran. (Kolase foto X.com/@CMShehbaz/@IsraeliPM)
Analis Israel menyebut Turki atau Pakistan bisa menjadi musuh negara tersebut setelah dianggap sukses melemahkan Iran. (Kolase foto X.com/@CMShehbaz/@IsraeliPM)

"Dua negara besar (85 juta penduduk di Turki, 240 juta di Pakistan), keduanya dengan mayoritas Sunni yang kuat, keduanya dengan rezim otoriter yang mengandalkan bayonet militer, keduanya dengan tentara yang besar dan, anehnya, keduanya memiliki hubungan baik dengan Amerika Serikat, sekutu utama Israel," tambahnya.

Ketegangan antara Israel dan Turki telah meningkat selama seminggu terakhir, ketika para pemimpin saling melontarkan tuduhan tajam di tengah keretakan geopolitik yang semakin dalam yang berpusat pada genosida di Gaza dan persaingan pengaruh di Suriah.

Dalam sebuah unggahan di X, Netanyahu menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan 'membantai warga Kurdi-nya sendiri' dan 'mendukung rezim teror Iran dan proksinya'.

Baca Juga: Markas Besar Khatam Al Anbiya Sebut Pesawat Tempur AS Jatuh di Iran, Perusahaan Industri Israel Penjajah Hancur

Netanyahu semakin menggeser retorikanya ke arah Turki dalam beberapa bulan terakhir, seiring Ankara semakin mendekat ke Yunani dan Republik Siprus.

Meskipun demikian, 'kapal bayangan' Yunani masih melewati pelabuhan Ceyhan dalam perjalanan mereka untuk mengirimkan minyak dan kargo militer ke Israel.

Para analis mengatakan persaingan yang muncul kemungkinan akan berpusat di Suriah, di mana kepentingan yang bersaing telah lama membara.

Sementara itu, Pakistan, yang telah memposisikan diri di pusat mediasi konflik global selama perang melawan Iran, telah lama memiliki beberapa pejabat yang vokal dalam kritik mereka terhadap Israel.

Dalam sebuah unggahan yang kemudian dihapus di X pekan lalu, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyebut Israel "jahat" dan 'kutukan bagi umat manusia'.

Baca Juga: Akan Pengaruhi Tingkat Elektoral, Sikap Pemerintah Indonesia Harus Tegas Terkait Serangan AS-Israel atas Iran

Pernyataan itu dibuat hanya beberapa jam sebelum delegasi AS dan Iran dijadwalkan tiba di Islamabad untuk pembicaraan perdamaian yang dimediasi oleh Pakistan.

Dalam kolomnya, Golani menulis bahwa Israel harus bersiap untuk skenario di mana salah satu dari kedua negara ini akan menghadapinya segera setelah pertempuran melawan Iran mereda.

"Pilihan di antara mereka bukan di tangan kita, dan kedua pilihan tersebut hampir sama buruknya. Pengungkit utama yang kita miliki dalam berurusan dengan mereka adalah hubungan kita dengan Amerika Serikat, yang harus kita jaga dengan sekuat tenaga," jelasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Maariv

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X