"Dua negara besar (85 juta penduduk di Turki, 240 juta di Pakistan), keduanya dengan mayoritas Sunni yang kuat, keduanya dengan rezim otoriter yang mengandalkan bayonet militer, keduanya dengan tentara yang besar dan, anehnya, keduanya memiliki hubungan baik dengan Amerika Serikat, sekutu utama Israel," tambahnya.
Ketegangan antara Israel dan Turki telah meningkat selama seminggu terakhir, ketika para pemimpin saling melontarkan tuduhan tajam di tengah keretakan geopolitik yang semakin dalam yang berpusat pada genosida di Gaza dan persaingan pengaruh di Suriah.
Dalam sebuah unggahan di X, Netanyahu menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan 'membantai warga Kurdi-nya sendiri' dan 'mendukung rezim teror Iran dan proksinya'.
Netanyahu semakin menggeser retorikanya ke arah Turki dalam beberapa bulan terakhir, seiring Ankara semakin mendekat ke Yunani dan Republik Siprus.
Meskipun demikian, 'kapal bayangan' Yunani masih melewati pelabuhan Ceyhan dalam perjalanan mereka untuk mengirimkan minyak dan kargo militer ke Israel.
Para analis mengatakan persaingan yang muncul kemungkinan akan berpusat di Suriah, di mana kepentingan yang bersaing telah lama membara.
Sementara itu, Pakistan, yang telah memposisikan diri di pusat mediasi konflik global selama perang melawan Iran, telah lama memiliki beberapa pejabat yang vokal dalam kritik mereka terhadap Israel.
Dalam sebuah unggahan yang kemudian dihapus di X pekan lalu, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyebut Israel "jahat" dan 'kutukan bagi umat manusia'.
Pernyataan itu dibuat hanya beberapa jam sebelum delegasi AS dan Iran dijadwalkan tiba di Islamabad untuk pembicaraan perdamaian yang dimediasi oleh Pakistan.
Dalam kolomnya, Golani menulis bahwa Israel harus bersiap untuk skenario di mana salah satu dari kedua negara ini akan menghadapinya segera setelah pertempuran melawan Iran mereda.
"Pilihan di antara mereka bukan di tangan kita, dan kedua pilihan tersebut hampir sama buruknya. Pengungkit utama yang kita miliki dalam berurusan dengan mereka adalah hubungan kita dengan Amerika Serikat, yang harus kita jaga dengan sekuat tenaga," jelasnya.***
Artikel Terkait
Able to Differentiate Judaism from Zionism, Indonesian Public Rejects US-Israel Attack on Iran
Akan Pengaruhi Tingkat Elektoral, Sikap Pemerintah Indonesia Harus Tegas Terkait Serangan AS-Israel atas Iran
Markas Besar Khatam Al Anbiya Sebut Pesawat Tempur AS Jatuh di Iran, Perusahaan Industri Israel Penjajah Hancur
Bedakan Yahudi dan Zionisme, Dubes Iran Ungkap Penargetan Sayyid Ali Khamenei di Hari Pertama Serangan Amerika-Israel atas Iran
Beda dengan Donald Trump, Israel Penjajah Masih Ingin Perubahan Rezim di Iran