21 Jam Berunding, Pertemuan AS dan Iran di Islamabad Berakhir Tanpa Kesepakatan

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 12 April 2026 | 19:07 WIB
AS dan Iran bertemu dalam perundingan damai di Islamabad yang dimediasi oleh Pakistan belum lama ini. (Kolase foto X.com/@Iran_GOV/@VP)
AS dan Iran bertemu dalam perundingan damai di Islamabad yang dimediasi oleh Pakistan belum lama ini. (Kolase foto X.com/@Iran_GOV/@VP)

"Wajar jika kita tidak mengharapkan untuk mencapai kesepakatan hanya dalam satu sesi," kata juru bicara tersebut seperti dikutip oleh media Iran.

Baca Juga: Markas Besar Khatam Al Anbiya Sebut Pesawat Tempur AS Jatuh di Iran, Perusahaan Industri Israel Penjajah Hancur

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengatakan bahwa 'sangat penting' untuk mempertahankan gencatan senjata dua minggu yang disepakati pada hari Selasa karena kedua pihak berusaha untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan udara oleh AS dan Israel terhadap Iran.

Menteri Kabinet Keamanan Israel Zeev Elkin mengatakan kepada Radio Angkatan Darat bahwa lebih banyak pembicaraan masih menjadi pilihan, tetapi memperingatkan Teheran sedang bermain api.

Dalam konferensi pers singkatnya, Vance tidak menyebutkan pembukaan kembali Selat Hormuz, titik penting bagi sekitar 20 persen pasokan energi global yang telah diblokir Teheran sejak perang dimulai.

Vance mengatakan dia telah berbicara dengan Presiden Donald Trump sebanyak selusin kali selama pembicaraan tersebut.

Namun, bahkan ketika negosiasi berlanjut, Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa kesepakatan tidak sepenuhnya diperlukan.

Baca Juga: Laporan Intelijen AS: Iran Tak Akan Buka Selat Hormuz dalam Waktu Dekat

"Kami sedang bernegosiasi. Apakah kami mencapai kesepakatan atau tidak, itu tidak ada bedanya bagi saya, karena kami telah menang," katanya kepada wartawan.

Delegasi AS termasuk utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner.

Tim Iran termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X