Skau mencatat bahwa saat ini banyak negara penyumbang lebih memilih untuk mengalihkan anggaran mereka untuk sektor pertahanan dan militer dibandingkan untuk bantuan kemanusiaan.
"Kelaparan tidak pernah separah sekarang, baik dalam hal jumlah orang maupun seberapa dalam kelaparan itu dirasakan," tegas Skau.
PBB kini mendesak komunitas internasional untuk segera mencari solusi damai guna menghentikan konflik. Tanpa langkah cepat, lonjakan harga pangan dan terputusnya rantai pasokan bantuan diprediksi akan menciptakan bencana kelaparan massal yang tidak hanya melanda wilayah Timur Tengah, tetapi juga merambat ke krisis kemanusiaan di benua lain yang bergantung pada bantuan internasional. *
Artikel Terkait
Di Tengah Kelumpuhan Listrik Nasional Kuba, Trump Klaim Punya Hak Bebaskan atau Kuasai Havana
Josep Borrell: Uni Eropa Kehilangan Kredibilitas Dunia Akibat Terlalu Tunduk pada Amerika Serikat
Kanselir Friedrich Merz: Serangan Udara Tak Akan Bisa Ubah Pemerintahan di Iran
Jerman dan Uni Eropa Tolak Gabung Koalisi AS di Iran: "Ini Bukan Perang Kami!"
Trump Kritik Keras Penolakan Sekutu di Selat Hormuz: Sebut Kurang Balas Budi