Pernyataan Araghchi muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional dan laporan sebelumnya dari Arab Saudi, yang memperingatkan bahwa gangguan berkelanjutan terhadap pengiriman di Teluk dapat memicu ketidakstabilan besar di pasar energi global.
Laporan tersebut merinci bahwa lalu lintas maritim di Teluk dapat memicu kekacauan parah di pasar energi global, karena pertempuran yang terkait dengan perang AS-Israel di Iran terus memengaruhi pengiriman melalui Selat Hormuz yang strategis.
Peringatan itu datang dari Amin Nasser, kepala eksekutif Saudi Aramco, yang mengatakan bahwa perang tersebut telah menciptakan tantangan paling serius yang pernah dihadapi sektor minyak dan gas di kawasan itu.
"Akan ada konsekuensi bencana bagi pasar minyak dunia, dan semakin lama gangguan ini berlangsung ... semakin drastis konsekuensinya bagi ekonomi global," kata Nasser kepada wartawan selama konferensi pers terkait laporan keuangan sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.***
Artikel Terkait
Gunakan Pasal 51 Piagam PBB, Iran Tegaskan Hak Legal Membela Diri Atas Agresi Militer
Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan BBM Aman di Tengah Konflik Amerika, Israel, dan Iran
Lindungi Warga di Tengah Konflik, Pemerintah Evakuasi 32 WNI dari Iran Lewat Jalur Azerbaijan
Ratusan Tentara AS Komplain, Perang AS–Israel di Iran Digambarkan sebagai Nubuat Alkitab
Senator Demokrat Sebut Donald Trump Bakal Turunkan Pasukan AS ke Iran