Gunakan Pasal 51 Piagam PBB, Iran Tegaskan Hak Legal Membela Diri Atas Agresi Militer

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Selasa, 10 Maret 2026 | 20:10 WIB
Tentara Iran dalam parade Hari Angkatan Bersenjata pada Rabu (17/4/24) (AP/Vahid Salemi)
Tentara Iran dalam parade Hari Angkatan Bersenjata pada Rabu (17/4/24) (AP/Vahid Salemi)

SENAYANPOST – Republik Islam Iran secara resmi menegaskan posisi hukumnya untuk melakukan pembelaan diri demi mempertahankan integritas teritorial negaraPernyataan ini dikeluarkan menyusul eskalasi konflik yang mengakibatkan kesyahidan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah al-Udzma syahid Seyyed Ali Hosseini Khamenei.

Iran menyatakan bahwa posisi pertahanan mereka didasarkan pada ketentuan internasional yang berlaku demi merespons agresi militer.

"Republik Islam Iran, sebagai tanggapan terhadap serangan, agresi, dan kejahatan terang-terangan Amerika Serikat dan rezim Zionis selama sepuluh hari terakhir, menegaskan hak wajar, sah, dan legalnya untuk mempertahankan integritas teritorialnya, sesuai dengan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," tegas Kedutaan Besar Iran dalam pernyataan resminya pada Senin, (9/3/26).

Lebih lanjut, otoritas Iran menegaskan bahwa angkatan bersenjata mereka akan mengerahkan seluruh kemampuan serta kapasitas yang ada untuk menghadapi serangan tersebutOperasi militer ini direncanakan akan terus berlanjut hingga agresi dihentikan sepenuhnya atau sampai Dewan Keamanan PBB menjalankan kewajibannya untuk mengidentifikasi pihak agresor dan menetapkan tanggung jawab atas tindakan agresi mereka.
 
 
Mengenai stabilitas di Timur Tengah, Iran memberikan jaminan bahwa operasi militer yang mereka lancarkan tidak akan menyasar kedaulatan negara-negara tetanggaPihak kedutaan menekankan bahwa serangan hanya menargetkan pangkalan serta instalasi militer Amerika Serikat.

Tindakan ini murni sebagai tindakan defensif dan tidak boleh dianggap sebagai bentuk permusuhan terhadap negara-negara di kawasan tersebutIran menyatakan tetap berkomitmen melanjutkan hubungan persahabatan berdasarkan prinsip saling menghormati.

Pihak kedutaan juga memberikan peringatan kepada negara-negara tetangga mengenai risiko keberadaan militer asing di wilayah merekaMenurut pernyataan tersebut, keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat dinilai gagal memberikan kontribusi pada keamanan regional.

Bagi Iran, pangkalan militer asing justru dimanfaatkan untuk mendukung aksi-aksi agresorSebagai penutup, Iran menegaskan komitmennya terhadap perdamaian berkelanjutan, namun menyatakan tidak akan ragu dalam membela kehormatan serta kedaulatan negaranya. *

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X