SENAYANPOST – Republik Islam Iran secara resmi menegaskan posisi hukumnya untuk melakukan pembelaan diri demi mempertahankan integritas teritorial negara. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul eskalasi konflik yang mengakibatkan kesyahidan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah al-Udzma syahid Seyyed Ali Hosseini Khamenei.
Iran menyatakan bahwa posisi pertahanan mereka didasarkan pada ketentuan internasional yang berlaku demi merespons agresi militer.
"Republik Islam Iran, sebagai tanggapan terhadap serangan, agresi, dan kejahatan terang-terangan Amerika Serikat dan rezim Zionis selama sepuluh hari terakhir, menegaskan hak wajar, sah, dan legalnya untuk mempertahankan integritas teritorialnya, sesuai dengan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," tegas Kedutaan Besar Iran dalam pernyataan resminya pada Senin, (9/3/26).
Tindakan ini murni sebagai tindakan defensif dan tidak boleh dianggap sebagai bentuk permusuhan terhadap negara-negara di kawasan tersebut. Iran menyatakan tetap berkomitmen melanjutkan hubungan persahabatan berdasarkan prinsip saling menghormati.
Pihak kedutaan juga memberikan peringatan kepada negara-negara tetangga mengenai risiko keberadaan militer asing di wilayah mereka. Menurut pernyataan tersebut, keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat dinilai gagal memberikan kontribusi pada keamanan regional.
Bagi Iran, pangkalan militer asing justru dimanfaatkan untuk mendukung aksi-aksi agresor. Sebagai penutup, Iran menegaskan komitmennya terhadap perdamaian berkelanjutan, namun menyatakan tidak akan ragu dalam membela kehormatan serta kedaulatan negaranya. *
Artikel Terkait
Iran: Tiga Kali Dikhianati, Teheran Tak Percaya Lagi Diplomasi dengan AS
Putra Muassis NU Pimpin Ribuan Nahdliyin Doakan Kemenangan Iran Lawan Amerika Serikat dan Israel
Kedubes Iran di Jakarta Ungkap Skala Kerusakan Masif: 9.669 Target Sipil Hancur Akibat Agresi AS-Israel
Megawati Kirim Surat ke Ayatollah Mojtaba Khamenei, Ucapkan Selamat atas Kepemimpinan Baru Iran
Iran Umumkan 'Dosa-Dosa' yang Telah Diperbuat Amerika Serikat dan Israel Selama Lakukan Penyerangan