"Saya tidak akan mempercayai perkataan Demokrat tentang pengerahan pasukan di lapangan. Presiden telah berulang kali membicarakan hal ini. Dengan bijak, ia tidak mengesampingkan opsi sebagai panglima tertinggi," kata Karoline Leavitt.
Leavitt juga ditanya tentang desakan Trump untuk memilih pemimpin berikutnya di Iran, dan bagaimana hal itu tidak akan dianggap sebagai tindakan perubahan rezim.
Minggu lalu, Menteri Perang Pete Hegseth mengatakan kepada wartawan bahwa perang tersebut sama sekali bukan operasi perubahan rezim, tetapi mungkin secara tidak sengaja menyebabkan perubahan rezim.
Baca Juga: Analis Israel: Mojtaba Khamenei Bisa Lebih Garis Keras dari Ayahnya
"Jelas demi kepentingan terbaik Amerika Serikat dan Barat untuk tidak lagi memiliki teroris radikal yang memimpin Iran," kata Leavitt.
"Kami memiliki tujuan yang telah kami tetapkan dan yang ingin dicapai oleh panglima tertinggi. Setelah tujuan tersebut tercapai, pada akhirnya terserah kepada presiden untuk mengakhiri operasi ini," tandasnya.***
Artikel Terkait
Megawati Kirim Surat ke Ayatollah Mojtaba Khamenei, Ucapkan Selamat atas Kepemimpinan Baru Iran
Gunakan Pasal 51 Piagam PBB, Iran Tegaskan Hak Legal Membela Diri Atas Agresi Militer
Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan BBM Aman di Tengah Konflik Amerika, Israel, dan Iran
Lindungi Warga di Tengah Konflik, Pemerintah Evakuasi 32 WNI dari Iran Lewat Jalur Azerbaijan
Ratusan Tentara AS Komplain, Perang AS–Israel di Iran Digambarkan sebagai Nubuat Alkitab