Refleksi Malam Ketujuh Syahid Ali Khamenei: Mewujudkan Kemandirian Bangsa Lewat Inovasi Militer Domestik

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 23:33 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Reuters Photographer)
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Reuters Photographer)

SENAYANPOST – Rangkaian Majelis Tahlil untuk Syahid Sayid Ali Khamenei di Aula ICC Jakarta resmi ditutup pada Sabtu malam, (7/3/26).

Dalam suasana khidmat malam ketujuh tersebut, para hadirin merefleksikan warisan terbesar beliau yang melampaui batas-batas spiritual.

Yakni doktrin kemandirian bangsa yang kini mewujud nyata dalam ketangguhan militer Iran di kancah global.

Ustaz Hafid Alkaff dalam penyampaiannya menekankan bahwa kemajuan teknologi yang disaksikan dunia saat ini adalah hasil langsung dari instruksi Ali Khamenei.

Baca Juga: Iran Tanpa Rahbar, Dewan Kepemimpinan Sementara Dibentuk, Citrinowicz Soroti Retaknya Sistem Pengambilan Keputusan

Instruksi ini bertujuan agar Iran tidak bergantung pada bantuan luar negeri, melainkan fokus pada penguasaan inovasi domestik yang radikal.

"Beliau memberikan tugas pengembangan teknologi rudal agar mampu menghindari rudal Patriot dan mampu meluncurkan puluhan proyektil dan amunisi," ujar Ustaz Hafid Alkaff saat menjelaskan strategi pertahanan yang dicanangkan almarhum.

Visi tersebut baru-baru ini dibuktikan melalui keberhasilan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam meluncurkan gelombang ke-19 Operasi “Janji Sejati 4” yang mengguncang dunia.

Melansir laporan dari laman Ahlulbait Indonesia, IRGC mengumumkan bahwa operasi gabungan yang melibatkan rudal dan drone tersebut berhasil mencapai sasaran strategis.

Baca Juga: Gubernur Pramono Anung Pastikan Stok Pangan Jakarta Aman di Tengah Konflik Iran dan AS-Israel

Di antaranya adalah lokasi milik musuh Zionis di jantung wilayah pendudukan serta pangkalan-pangkalan yang digunakan oleh pasukan Amerika di kawasan.

Operasi ini menjadi panggung utama bagi rudal hipersonik Fattah-2. Ia adalah senjata generasi masa depan yang dijuluki sebagai monster langit "siluman".

Sebagaimana dilaporkan oleh Kompas.com, Fattah-2 merupakan "game changer" dalam peta kekuatan militer global karena kemampuannya yang sulit diprediksi oleh radar tradisional seperti busur panah.

Keunggulan teknis Fattah-2 terletak pada penggunaan Hypersonic Glide Vehicle (HGV) yang memungkinkannya melesat hingga kecepatan Mach 15 atau sekitar 18.500 kilometer per jam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X