Di sisi yang lain, Iran juga menyebut bahwa serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan.
Oleh sebab itu, militer berjanji untuk membalas serta melancarkan serangan balasan.
Tak butuh waktu lama, Iran langsung melancarkan serangan balasan yang menyasar di sejumlah pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah.
Rentetan ledakan ini juga turut mengguncang beberapa negara Teluk Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS) pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat.
Tercatat, wilayah tersebut mulai dari Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, sampai Kuwait semuanya telah melaporkan insiden ledakan setelah AS-Israel menyerang Iran.(*)
Artikel Terkait
Dino Patti Djalal: Serangan AS dan Israel ke Iran Bisa Jadi Preseden Menuju Perang Dunia III
Eks Wamenlu RI Tegaskan Iran Bukan Agresor, Serangan AS Tunjukkan Tren Berbahaya Kebijakan Luar Negeri Washington
Iran Sambut Baik Mediasi Presiden Prabowo Subianto, Ungkap Daftar Aksi Spionase-Teror AS Sejak Era Mosshadegh Hingga Ayatullah Ali Khamanei
Dino: Rencana Mediasi Prabowo ke Iran Tidak Realistis, AS Bakal Ogah Ditengahi
Dino Patti Djalal: Konflik Iran Bisa Jadi Pengalihan Isu Domestik Trump di Tengah Kasus Epstein