Seorang pejabat militer mengatakan dua rudal balistik yang mengarah ke wilayah kerajaan berhasil dicegat.
Di sisi lain, Ukraina menilai serangan terhadap Iran dipicu oleh tindakan pemerintah Iran sendiri, termasuk represi terhadap demonstran domestik serta kebijakan luar negerinya.
Prancis, yang memiliki sejumlah pangkalan militer di Timur Tengah, menyatakan fokus utamanya adalah melindungi warga dan pasukan di kawasan serta memantau situasi secara langsung.
Uni Afrika turut menyerukan pengekangan dan de-eskalasi segera.
Organisasi tersebut memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat memperburuk ketidakstabilan global, termasuk berdampak pada pasar energi, ketahanan pangan, dan ekonomi dunia—khususnya di Afrika.
Baca Juga: SBY: Perang AS–Iran Bukan Keniscayaan, Risiko Salah Hitung Terlalu Mahal
Ketegangan di Timur Tengah kini menjadi perhatian global, dengan berbagai negara bersiap menghadapi kemungkinan meluasnya konflik yang dapat memengaruhi stabilitas internasional.***
Artikel Terkait
Iran Tolak Akhiri Pengayaan Uranium, Sebut Batasi Kemampuan Rudal di Bawah 2.000 km
Wapres JD Vance Sebut Potensi Serangan AS ke Iran Tidak akan Sebabkan Konflik Regional, Washington Pilih Jalan Diplomasi
SBY: Perang AS–Iran Bukan Keniscayaan, Risiko Salah Hitung Terlalu Mahal
BREAKING NEWS! Israel Luncurkan Serangan Pendahuluan ke Iran, Status Darurat Ditetapkan
Iran Tuding AS dan Israel Serang Teheran, Kedubes di Jakarta Minta Dunia Kecam Agresi