SBY: Perang AS–Iran Bukan Keniscayaan, Risiko Salah Hitung Terlalu Mahal

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:01 WIB
Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY berkomentar soal ketegangan AS dan Iran akhir-akhir ini. (Instagram.com/@agusyudhoyono)
Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY berkomentar soal ketegangan AS dan Iran akhir-akhir ini. (Instagram.com/@agusyudhoyono)

SENAYANPOST - Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membagikan pandangannya terkait ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Timur Tengah belum lama ini.

Melalui cuitan dari akun X pribadinya, SBY menilai perundingan nuklir antara AS dan Iran saat ini merupakan momen krusial yang bisa menentukan arah stabilitas global, apakah menuju perdamaian atau konflik besar.

Ia menyebut negosiasi yang berlangsung melalui mediator internasional sebagai proses yang sangat menentukan, bahkan berpotensi menjadi titik balik geopolitik dunia.

"Jam-jam ini, hari-hari mendatang, kota yang penuh legenda ini bisa menjadi saksi sejarah. Bisa melahirkan sebuah game change yang berimplikasi besar pada perkembangan dunia," cuit SBY pada 27 Februari 2026, dikutip SenayanPost.com dari akun X @SBYudhoyono.

Baca Juga: Wapres JD Vance Sebut Potensi Serangan AS ke Iran Tidak akan Sebabkan Konflik Regional, Washington Pilih Jalan Diplomasi

Menurutnya, perundingan terkait masa depan program nuklir Iran bukan hal sederhana karena kepentingan kedua negara sangat berbeda.

Para juru runding, kata dia, harus mampu membaca bukan hanya posisi negosiasi, tetapi juga kepentingan para pemimpin yang memberi mandat.

"Para juru runding juga harus cerdas membaca pikiran kedua pemimpin yang memberikan mandat pada mereka, Presiden Donald Trump dan Ayatullah Ali Khamenei," tuturnya.

SBY menilai kedua pemimpin memiliki kepentingan pribadi dan politik yang besar dalam hasil negosiasi tersebut.

Bagi Trump, kegagalan diplomasi bisa merusak reputasi dan warisan politiknya.

Sementara bagi Khamenei, konflik yang tak terkendali dapat mengancam kelangsungan rezim Iran.

Baca Juga: Iran Tolak Akhiri Pengayaan Uranium, Sebut Batasi Kemampuan Rudal di Bawah 2.000 km

"Trump khawatir kalau sampai gagal, reputasi serta legacy yang ingin diraih bisa hancur. Ali Khamenei juga khawatir konflik ini bisa berakhir dengan pergantian rezim. Ini merupakan survival interest bagi pemimpin Iran," ujarnya.

Meski banyak pihak memprediksi kegagalan perundingan akan berujung perang, SBY menilai konflik bersenjata bukanlah sesuatu yang otomatis terjadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: X @SBYudhoyono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X