SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali lontarkan ultimatum pada Iran dalam pidato kenegaraannya (State of the Union) belum lama ini.
Sebagaimana diketahui, saat ini AS dan Iran tengah berunding soal program nuklir melalui perantara mediator Oman.
Rencananya, pembicaraan selanjutnya akan berlangsung di Jenewa, Swiss.
Tidak hanya itu, AS juga diketahui telah mengirim dua kapal induk untuk menekan Teheran.
Baca Juga: 2025 Jadi Tahun Paling Mematikan bagi Jurnalis, Israel Penjajah Ada di Puncaknya
"Sebagai presiden, saya akan menciptakan perdamaian di mana pun saya bisa, tetapi saya tidak akan pernah ragu untuk menghadapi ancaman terhadap Amerika di mana pun kita harus melakukannya. Itulah mengapa dalam operasi terobosan Juni lalu, militer Amerika Serikat menghancurkan program senjata nuklir Iran," kata Donald Trump pada 25 Februari 2026, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.
Serangan AS terhadap tiga situs nuklir Iran menyebabkan kerusakan signifikan, meskipun tidak jelas apakah serangan itu 'menghancurkan' program nuklir tersebut.
Pentagon memperkirakan bahwa serangan itu menunda proyek nuklir Iran hingga dua tahun.
Trump mengatakan bahwa Republik Islam Iran 'merebut kendali atas negara yang bangga itu' 47 tahun yang lalu, menambahkan bahwa 'rezim dan proksi-proksinya yang kejam hanya menyebarkan terorisme, kematian, dan kebencian'.
Baca Juga: Pengamat: AS Salah Baca Iran, Tekanan Justru Perkuat Rezim Ali Khamenei
Ia menuduh mereka membunuh dan melukai ribuan personel militer AS, dan 'jutaan orang' dengan bom pinggir jalan.
"Dan kami telah melenyapkan Soleimani, saya melakukannya selama masa jabatan pertama saya, itu berdampak besar. Dia adalah bapak bom pinggir jalan," kata Trump, merujuk pada Qassem Soleimani, jenderal Iran yang tewas akibat serangan AS pada Januari 2020.
Presiden mengatakan bahwa 32.000 demonstran telah tewas oleh otoritas Iran dalam beberapa bulan terakhir setelah demonstrasi massal.
"Mereka telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kita di luar negeri, dan mereka sedang berupaya membangun rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat," katanya.
Artikel Terkait
Menlu AS Marco Rubio Sebut Washington Prioritaskan Kesepakatan Diplomatik soal Program Nuklir Iran
Bukan Bahas Iran dan Gaza, Netanyahu ke AS Minta Trump Desak Presiden Israel Berikan Amnesti atas Kasus Korupsinya
Citrinowicz: Iran Paham Posisi Lemahnya, Tapi Merasa Tak Punya Pilihan Lain
Donald Trump Ultimatum Lagi, Ancam Serang Iran dari Pangkalan Diego Garcia di Samudera Hindia
Pengamat: AS Salah Baca Iran, Tekanan Justru Perkuat Rezim Ali Khamenei