"Program rudal kami sepenuhnya terpisah dari program nuklir. Ini adalah masalah domestik, pada dasarnya terkait dengan keamanan nasional kami. Karena itu, program ini tidak dapat menjadi bagian dari negosiasi ini," terangnya.
Demikian pula, katanya, gagasan Iran mengurangi pengayaan uraniumnya hingga nol 'tidak ada dalam agenda'.
"Tidak praktis bagi negara yang telah menguasai teknologi ini untuk menguranginya hingga nol," katanya.
Larijani mengungkapkan kebutuhan uranium yang diperkaya untuk tujuan sipil yang damai seperti dalam pengobatan kanker.
"Sementara itu, kami terbuka untuk verifikasi, dan siapa pun dipersilakan untuk datang dan melihat (fasilitas kami) sendiri," ujarnya.
Jika AS memilih untuk menyerang Iran, seperti yang dilakukan dalam serangkaian serangan yang menargetkan fasilitas nuklir negara itu pada bulan Juni sebagai bagian dari perang 12 hari, maka Teheran akan merespons dengan menyerang pangkalan militer AS di wilayah tersebut, kata Larijani.
Baca Juga: Netanyahu Temui Presiden AS Donald Trump, Washington Bersikeras Lanjutkan Negosiasi dengan Iran
Sebelum meninggalkan Doha, Larijani juga bertemu dengan Muhammad Darwish, kepala Dewan Kepemimpinan Hamas, bersama dengan delegasi senior dari kelompok Palestina tersebut, untuk membahas perkembangan politik terkini di kawasan itu dan perang Israel di Gaza, seperti yang dilaporkan oleh Al Manar Lebanon.***
Artikel Terkait
Citrinowicz: Iran sedang 'Tes Ombak', Ruang Kompromi Ada di Isu Nuklir, Bukan Rudal atau Proksi
Netanyahu Temui Presiden AS Donald Trump, Washington Bersikeras Lanjutkan Negosiasi dengan Iran
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Sebut Perundingan Nuklir dengan AS akan Berlanjut, Kapan?
Lawatan Tak Biasa Netanyahu ke Washington, Terkait Iran?
Ditanya soal Perubahan Rezim di Iran, Presiden AS Donald Trump: Tampaknya Itu akan Jadi Hal Terbaik