SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menanggapi soal kemungkinan perubahan rezim di Iran setelah beberapa waktu lalu Teheran diterpa gelombang demonstrasi.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat lalu, Donald Trump mengatakan 'itu bisa jadi hal terbaik yang bisa terjadi'.
Hal itu disampaikan Trump setelah mengumumkan rencana kapal induk kedua ke Timur Tengah jika kesepakatan dengan Iran tidak tercapai.
"Tampaknya itu akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi," kata Donald Trump pada 13 Februari 2026, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.
Trump juga mengeluhkan bahwa Teheran terlalu banyak 'berbicara'.
Baca Juga: Lawatan Tak Biasa Netanyahu ke Washington, Terkait Iran?
"Selama 47 tahun, mereka terus berbicara dan berbicara dan berbicara," kata Trump kepada wartawan setelah mengunjungi pasukan di Fort Bragg, Carolina Utara, merujuk pada penguasa ulama Iran.
"Sementara itu, kita telah kehilangan banyak nyawa sementara mereka berbicara. Kaki putus, lengan putus, wajah hancur. Ini sudah berlangsung lama," tambahnya.
Didesak tentang siapa yang ingin dia pilih untuk mengambil alih Iran, Trump menolak untuk menjawab, tetapi dia menambahkan bahwa 'ada orang-orang'.
Komentarnya tampaknya bertentangan dengan pernyataan Wakil Presiden AS JD Vance, yang mengindikasikan awal pekan ini bahwa pemerintahan AS tidak mengejar perubahan rezim di Iran.
"Jika rakyat Iran ingin menggulingkan rezim, itu terserah rakyat Iran," kata Vance, yang tampaknya menyiratkan bahwa itu bukanlah tujuan pemerintahan.
"Yang kami fokuskan saat ini adalah fakta bahwa Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir," jelasnya.
AS baru-baru ini tampak terbuka terhadap gagasan perubahan rezim di Iran, dengan Trump menyerukan para demonstran untuk 'mengambil alih' lembaga-lembaga pemerintah di tengah protes massal di sana, dan dilaporkan meminta para pembantunya untuk menyusun rencana serangan yang dapat membantu memicu penggulingan pemerintah.
Artikel Terkait
Bikin Jepang dan Iran Ketar-ketir, Ini Perjalanan Timnas Indonesia di Ajang AFC Futsal 2026
Citrinowicz: Iran sedang 'Tes Ombak', Ruang Kompromi Ada di Isu Nuklir, Bukan Rudal atau Proksi
Netanyahu Temui Presiden AS Donald Trump, Washington Bersikeras Lanjutkan Negosiasi dengan Iran
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Sebut Perundingan Nuklir dengan AS akan Berlanjut, Kapan?
Lawatan Tak Biasa Netanyahu ke Washington, Terkait Iran?