Diterima Semua Elemen Palestina, Kepresidenan Palestina Dukung Kehadiran TNI di Gaza

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Kamis, 12 Februari 2026 | 21:00 WIB
Prof. Dr. Osama Syaath (Senayan Post)
Prof. Dr. Osama Syaath (Senayan Post)

SENAYANPOST - Kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam International Stabilitation Force (ISF) yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sejumlah pemimpin Negara Islam seperti Raja Yordania Abdullah II, Presiden Turki Recep Tayep Erdogan dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, didukung oleh Kepresidenan Palestina.

Staf Khusus Penasehat Luar Negeri Kepresidenan Palestina Prof Dr Osama Syaath dalam pernyataannya yang dikirim kepada Redaksi Senayan Post pada Kamis 12 Februari 2026 ini menegaskan dukungannya untuk kehadiran TNI di Jalur Gaza Palestina.

Keberadaan TNI sebagai representasi Pemerintah Indonesia sangat dinantikan di Palestina. 

"Bahkan saya sejak 6 (enam) tahun lalu pernah menyampaikan perlunya kehadiran TNI di Jalur Gaza Palestina dalam bendera Pasukan Penjaga Perdamaian sebagai tindak lanjut dari Resolusi PBB," jelasnya.

Baca Juga: Komisi I DPR Buka Suara soal Pengiriman Pasukan TNI ke Jalur Gaza: Idealnya di Bawah Mandat Terlegitimasi

Kehadiran dan dukungan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina terus dikumandangkan dan diwujudkan dalam berbagai bantuan hingga pembangunan Rumah Sakit Indonesia di distrik Bait Lahiya bagian utara Jalur Gaza Palestina.

"Rakyat Palestina menghargai dan menyayangi saudara-saudara kami Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, tidak ada masalah dengan partisipasi Indonesia dalam penjaga perdamaian, karena Indonesia adalah negara yang dapat dipercaya dengan pengalaman luas dalam berpartisipasi dalam pasukan perdamaian internasional," tegasnya.

Bagi Palestina, Indonesia adalah negara yang dapat dipercaya oleh seluruh elemen Palestina karena dianggap tidak memiliki kepentingan di Palestina dan kawasan Timur Tengah seperti halnya Amerika Serikat, serta tidak memiliki keterkaitan kepentingan ideologis seperti Iran.

"Indonesia tidak memiliki hubungan dengan agenda regional atau ideologis apa pun (seperti gerakan Islam politik) atau lainnya. Yang membedakan Indonesia adalah bahwa ia adalah negara Islam besar tanpa sejarah keterlibatan dalam hal-hal tersebut," ungkapnya.

Baca Juga: Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Sebut Perundingan Nuklir dengan AS akan Berlanjut, Kapan?

Bagi pakar hubungan internasional ini, keberadaan Indonesia dan Negara Islam manapun di Jalur Gaza Palestina justru akan memperkuat pengakuan kedaulatan bagi Pemerintah Palestina di Jalur Gaza Palestina.

"Partisipasi negara Islam mana pun, khususnya Indonesia, meningkatkan kemungkinan kerja sama dengan kekuatan internasional dan meningkatkan kepercayaan kepada mereka, tidak seperti banyak negara lain," tuturnya.

Rakyat Palestina berharap dengan kehadiran TNI, Pasukan Israeli Defense Force (IDF) dapat ditarik secara keseluruhan dari wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat.

"Pada akhirnya mengarah pada penarikan penuh Israel dan tercapainya perdamaian," harapnya menegaskan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X