Lawatan Tak Biasa Netanyahu ke Washington, Terkait Iran?

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 12 Februari 2026 | 22:04 WIB
Kunjungan tak biasa PM Israel Benjamin Netanyahu ke Washington untuk temui Presiden AS Donald Trump, salah satunya soal Iran. (whitehouse.gov)
Kunjungan tak biasa PM Israel Benjamin Netanyahu ke Washington untuk temui Presiden AS Donald Trump, salah satunya soal Iran. (whitehouse.gov)

Orang yang paling diburu oleh Mahkamah Internasional itu juga akan mendorong pembicaraan untuk mencakup lebih dari sekadar senjata nuklir.

Netanyahu juga ingin program rudal Iran dibahas, dengan alasan bukan hanya Israel yang berisiko—pasukan AS dan sekutunya juga berada di garis tembak.

Baca Juga: Netanyahu Temui Presiden AS Donald Trump, Washington Bersikeras Lanjutkan Negosiasi dengan Iran

Tentu saja, Iran kemungkinan besar tidak akan menyetujuinya. Tetapi jika mereka menolak, Netanyahu berpikir itu hanya akan memperkuat argumen untuk tekanan Amerika yang lebih besar.

Dan jika, secara kebetulan, Iran setuju, itu akan secara serius mengurangi kemampuan mereka untuk menunjukkan pengaruh mereka di kawasan tersebut.

Ada juga sudut pandang domestik. Netanyahu ingin warga Israel—dan semua orang—melihat bahwa dialah satu-satunya yang cukup tangguh untuk melawan Iran sambil tetap menjaga hubungan baik dengan Washington.

Seperti yang ditunjukkan Citrinowicz, Israel dapat menangani proksi Iran, tetapi tidak dapat mengendalikan rezim itu sendiri selamanya.

Perubahan nyata, menurutnya, hanya akan datang dari keruntuhan di dalam Iran atau langkah militer besar yang dipimpin AS.

Baca Juga: Citrinowicz: Iran sedang 'Tes Ombak', Ruang Kompromi Ada di Isu Nuklir, Bukan Rudal atau Proksi

Tetapi strategi ini tidak sepenuhnya tanpa risiko.

Netanyahu mungkin salah membaca suasana hati di Amerika. Sebagian pendukung MAGA Trump sudah muak dengan perang di luar negeri dan tidak ingin terseret ke dalam kekacauan Timur Tengah lainnya.

Trump mungkin terbuka untuk memamerkan kekuatan Amerika, tetapi banyak pendukungnya tidak.

Dan kemudian ada sejarah. Orang-orang di Washington belum melupakan dorongan Netanyahu untuk perang Irak pada tahun 2002—dan bagaimana hasilnya.

Setiap kali seseorang mulai berbicara tentang tindakan 'pencegahan' atau 'perubahan rezim', kenangan itu kembali muncul.

Baca Juga: Sebut Piagam Dewan Perdamaian Gaza Banyak Kejanggalan, Dino Patti Djalal Wanti-wanti Pemerintah soal 2 Hal Ini

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Iran International

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X