Baik kelompok elit lama maupun generasi baru di tubuh rezim akan bertindak terutama untuk mempertahankan pengaruh dan kepentingan mereka sendiri.
Baca Juga: Dubes Iran Bongkar Infiltrasi Amerika dan Israel dalam Demonstrasi
Ia juga menyebut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai aktor kunci dalam setiap kemungkinan transisi kekuasaan.
Menurutnya, IRGC memiliki kepentingan besar untuk mengendalikan perubahan politik agar tidak berujung pada runtuhnya total sistem yang selama ini menguntungkan mereka.
Ostovar juga menggarisbawahi adanya jurang generasi di tubuh IRGC.
Generasi tua cenderung mempertahankan teokrasi dan bersedia berkompromi secara eksternal demi pencabutan sanksi, sementara perwira menengah yang lebih muda dinilai lebih nasionalis, pragmatis secara sosial, namun agresif dalam kebijakan luar negeri.
Baca Juga: AS dan Iran Saling Ancam, Menlu Abbas Araghchi Peringatkan Risiko Konfrontasi Total
"Perubahan akan datang ke Iran," tulis Ostovar.
"Tetapi pertanyaannya bukan apakah rezim akan berubah, melainkan perubahan seperti apa yang akan terjadi," tutupnya.***
Artikel Terkait
Rusia Mediasi Pembicaraan antara Iran dan Israel Akhir 2025, Menlu Sergey Lavrov: Kami Selalu Siap, Jika Diminta
AS dan Iran Saling Ancam, Menlu Abbas Araghchi Peringatkan Risiko Konfrontasi Total
Dubes Iran Bongkar Infiltrasi Amerika dan Israel dalam Demonstrasi
Dubes Iran Ungkap Proyek Berdarah Mossad dan CIA: 2.427 Aparat dan Sipil Jadi Korban
Tidak Ada Kantor Garda Revolusi Diduduki Demonstran, Sumber Senayan Post di Iran Ungkap Kondisi Iran Kini