SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran bahwa Paman Sam bisa campur tangan untuk 'menyelamatkan' warga Iran jika mereka terus menghadapi respons keras dari pemerintah mereka di tengah demonstrasi.
Sebagaimana diketahui, telah terjadi demonstrasi di Iran akibat krisis biaya hidup karena mata uang lokal, rial, secara efektif runtuh di bawah tekanan sanksi AS.
Satu dolar AS setara dengan lebih dari 42.000 Rial Iran (IRR).
"Jika Iran menembak dan membunuh pengunjuk rasa damai secara brutal, yang merupakan kebiasaan mereka, Amerika Serikat akan datang untuk menyelamatkan mereka. Kami siap sedia dan siap bertindak. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!" tulis Trump di platform TruthSocial miliknya pada Jumat, 2 Januari 2026.
Baca Juga: Iran Kecam Keras Pernyataan Presiden dan Pejabat AS soal Urusan Dalam Negeri Teheran
Setidaknya tujuh orang telah tewas sejauh ini dalam protes massal yang meletus terkait krisis biaya hidup karena mata uang lokal.
Namun mata uang tidak resmi yang digunakan sehari-hari disebut Toman, yang setara dengan 10 IRR.
Gambar-gambar dari tempat makan lokal menunjukkan bahwa makanan tradisional seperti nasi dan kebab bisa berharga hampir 600 Toman.
"Trump harus tahu bahwa intervensi AS dalam masalah domestik akan menyebabkan kekacauan di seluruh wilayah dan penghancuran kepentingan AS," tulis Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, di X sebagai tanggapan, kemungkinan merujuk pada pangkalan militer AS di wilayah tersebut yang dapat menjadi target Teheran seperti yang dilakukan awal tahun ini di Qatar.
"Rakyat AS harus tahu bahwa Trump memulai petualangan ini. Mereka harus menjaga tentara mereka sendiri," tambahnya.
Baca Juga: Makan Siang di Mar A Lago, Ternyata Donald Trump Tak Setuju dengan Netanyahu soal Ini
Awal pekan ini di luar resornya di Florida dan menunjuk ke perdana menteri Israel di sampingnya, Trump mengatakan kepada wartawan: "Kita baru saja memenangkan perang besar bersama".
"Anda tahu, jika kita tidak mengalahkan Iran, Anda tidak akan memiliki perdamaian di Timur Tengah, karena tidak akan ada yang mampu. Negara-negara Arab, yang telah luar biasa, tidak akan mampu membuat kesepakatan jika kita tidak menghancurkan kemampuan nuklir mereka," lanjutnya.
Artikel Terkait
Aksi Saling Sindir Zohran Mamdani vs Donald Trump: dari Sebutan 'Komunis Gila' hingga Sentilan Politik Gelap di AS
Ahmad Al Sharaa Jadi Presiden Suriah Pertama yang Datangi Gedung Putih, Temui Donald Trump Sejak Merdeka Tahun 1946
Presiden AS Donald Trump Ungkap Langkah Selanjutnya Rencana Perdamaian Gaza
Donald Trump Jamu Netanyahu di Mar A Lago, Desak Hamas Lucuti Senjata hingga Dukung Israel Serang Kembali Iran
Makan Siang di Mar A Lago, Ternyata Donald Trump Tak Setuju dengan Netanyahu soal Ini