Terkait demonstrasi yang akhir-akhir ini terjadi, pemerintah Iran mengupayakan dialog untuk menyelesaikan permasalahan.
"Kementerian juga menekankan bahwa rakyat Iran, melalui dialog dan interaksi di antara mereka sendiri untuk menyelesaikan masalah mereka, tidak akan membiarkan campur tangan jahat apa pun," ungkapnya.
"Kementerian Luar Negeri memandang pernyataan mengancam dari para pejabat AS terhadap Iran sebagai bagian dari kebijakan rezim Zionis yang bertujuan untuk meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut, dan menggarisbawahi bahwa tanggapan Republik Islam Iran terhadap setiap tindakan agresi akan cepat, tegas, dan komprehensif. Sudah jelas bahwa tanggung jawab atas konsekuensi dari situasi tersebut, yang dapat semakin menjerumuskan seluruh kawasan ke dalam krisis dan ketidakstabilan, sepenuhnya akan berada di pundak rezim AS," tutup pernyataan resmi dari Kemlu Iran.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump lewat platform Social Truth mengancam Iran jika pemerintah saat ini menembaki para demonstran.
"Jika Iran menembak dan membunuh demonstran damai secara brutal, yang merupakan kebiasaan mereka, Amerika Serikat akan datang untuk menyelamatkan mereka. Kami siap siaga dan siap bertindak. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!" tulis Donald Trump pada 2 Januari 2026, dikutip SenayanPost.com dari Social Truth.
Sementara itu, Ali Larijani Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi menanggapi pernyataan kontroversial Trump tersebut.
"Dengan pernyataan dari para pejabat Israel dan @realDonaldTrump, apa yang terjadi di balik layar kini menjadi jelas. Kita membedakan antara sikap para pemilik toko yang berdemonstrasi dan tindakan para aktor yang mengganggu, dan Trump harus tahu bahwa campur tangan AS dalam masalah internal ini akan berarti mendestabilisasi seluruh kawasan dan menghancurkan kepentingan Amerika," tulis Ali Larijani lewat akun X-nya @alilarijani_ir, dikutip SenayanPost.com pada 2 Januari 2026.
"Rakyat Amerika harus tahu, Trump memulai petualangan ini. Mereka harus memperhatikan keselamatan tentara mereka," lanjutnya.***
Artikel Terkait
Mantan Dubes Iran Ungkap Alasan Hamas Terima Gencatan Senjata di Gaza
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei: Perang 12 Hari Gagalkan Rencana 20 Tahun AS dan Israel
Menlu Abbas Araghchi Sebut Siap Negosiasi Kesepakatan Nuklir Iran, Sebutkan Dua Syarat Ini
Menlu Iran Abbas Araghchi: Musuh Coba Tutupi Kerugian Militer dengan Perang Ekonomi
Donald Trump Jamu Netanyahu di Mar A Lago, Desak Hamas Lucuti Senjata hingga Dukung Israel Serang Kembali Iran