Hamas Tuntut Israel Penjajah Buka Penyelidikan Tak Memihak Atas Serangan 7 Oktober 2023

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 27 Desember 2025 | 21:33 WIB
Gerakan perlawanan Hamas menuntut Israel penjajah untuk membuka penyelidikan tak memihak atas serangan 7 Oktober 2023. (Almuqawma.com)
Gerakan perlawanan Hamas menuntut Israel penjajah untuk membuka penyelidikan tak memihak atas serangan 7 Oktober 2023. (Almuqawma.com)

SENAYANPOST - Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, telah menyerukan Israel penjajah untuk mengizinkan penyelidikan internasional yang tidak memihak atas serangannya pada 7 Oktober 2023.

Dalam pernyataan terbarunya, Hamas juga menolak tuduhan bahwa mereka telah membunuh warga sipil atau melakukan kekejaman.

Kelompok Palestina tersebut menerbitkan dokumen setebal 42 halaman pada hari Jumat, yang memaparkan kronologi mereka tentang 7 Oktober, serta detail tentang genosida yang dilakukan Israel selanjutnya dan pandangan Hamas tentang apa yang akan terjadi selanjutnya di wilayah tersebut.

Sekitar 1.200 warga Israel tewas ketika Hamas dan kelompok lain melancarkan serangan mendadak di Israel selatan lebih dari dua tahun lalu.

Baca Juga: Utusan Khusus AS untuk Suriah: Damaskus Bakal Bantu Kami Hadapi dan Bongkar Sisa-sisa ISIS, IRGC, Hamas, dan Hizbullah

Sebanyak 251 orang lainnya dibawa ke Gaza sebagai tawanan.

Dalam dokumen baru tersebut, Hamas mengatakan bahwa "media Barat dan kelompok lobi Zionis" telah melancarkan kampanye disinformasi tentang peristiwa serangan tersebut.

"Entitas Israel menyebarkan serangkaian kebohongan dan kekeliruan tentang pembunuhan anak-anak dan pemerkosaan perempuan, membuka jalan untuk melanjutkan proyek genosida besar-besaran yang telah direncanakan sebelumnya dan bertujuan untuk menghapus Gaza dari muka bumi," bunyi pernyataan resmi Hamas pada 26 Desember 2025, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

Kelompok itu mengatakan bahwa beberapa hari setelah serangan itu, mereka telah menawarkan untuk membebaskan tawanan non-militer, tetapi Israel awalnya menolak tawaran tersebut.

Kemudian pada November 2023, selama gencatan senjata singkat, sekitar 100 tawanan dibebaskan sebagai imbalan untuk tahanan Palestina.

Baca Juga: Mantan Dubes Iran Ungkap Alasan Hamas Terima Gencatan Senjata di Gaza

Hamas mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa membunuh warga sipil bertentangan dengan "agama, moralitas, dan pendidikan; dan kami menghindarinya sebisa mungkin".

"Perlawanan tidak menargetkan rumah sakit, sekolah, atau tempat ibadah; tidak membunuh satu pun jurnalis atau anggota kru ambulans. Kami menantang (Israel) untuk membuktikan sebaliknya," katanya.

Ditambahkan bahwa laporan media, termasuk dari media Israel, telah mengungkapkan bahwa militer Israel membombardir daerah-daerah di Israel selatan tempat warga sipil Israel bercampur dengan pejuang Hamas, yang menurut Hamas merupakan contoh dari Arahan Hannibal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X