Baca Juga: Ahmad Al Sharaa Sebut Pemutusan Hubungan Suriah dan Iran Tidak Permanen, Ini Tanggapan Teheran
Ia mencatat bahwa kunjungan Presiden Al Sharaa dilakukan dalam kerangka keterbukaan diplomatik Suriah yang dimulai setelah kemenangan 8 Desember, yang mengembalikan Suriah ke posisi alaminya di panggung internasional.
Zaidan menambahkan bahwa Presiden telah bertemu dengan sejumlah pemimpin negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, dan mengungkapkan bahwa kunjungan mendatang akan mencakup Tiongkok dan Amerika Latin.
Lebih lanjut, Zaidan menyatakan bahwa kunjungan ke Washington akan membahas beberapa isu utama, terutama pencabutan sanksi yang dijatuhkan kepada Suriah berdasarkan Undang-Undang Caesar, dan peran yang diharapkan dari pemerintahan Presiden Trump dalam mendukung langkah ini.
Serta diskusi tentang hubungan bilateral dan isu-isu regional yang menjadi perhatian bersama.
Ia mencatat bahwa Kongres AS saat ini sedang membahas rancangan undang-undang akhir terkait sanksi, sebagai persiapan untuk diajukan kepada Dewan Keamanan PBB.
Baca Juga: Damaskus dan Washington Dibuka Lagi, Menlu Suriah Assad Al Shaibani Akhiri 25 Tahun Vakum Diplomasi
Zaidan menekankan bahwa keterbukaan Suriah terhadap dunia mencerminkan dimulainya babak baru dalam hubungan internasional setelah bertahun-tahun terisolasi.
Ia juga menekankan bahwa kunjungan Presiden Al Sharaa dan Menteri Luar Negeri Asaad Al Shaibani ke Washington pada 10 dan 11 November merupakan langkah penting menuju penguatan hubungan bilateral dan meringankan penderitaan rakyat Suriah.***
Artikel Terkait
Hanya 63 Detik, Ini Isi Pidato Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa di KTT Doha
Damaskus dan Washington Dibuka Lagi, Menlu Suriah Assad Al Shaibani Akhiri 25 Tahun Vakum Diplomasi
Ahmad Al Sharaa Sebut Pemutusan Hubungan Suriah dan Iran Tidak Permanen, Ini Tanggapan Teheran
Menilik Wawancara Lawas Bashar Al Assad Tahun 2016: Bantah Disebut Penjahat Perang, Salahkan Barat atas Eksodus Rakyat Suriah
Blak-blakan Bashar Al Assad dalam Wawancara Tahun 2016: Qatar, Turki, dan Arab Saudi Biayai Pemberontak Suriah