Rusia mempertahankan dua pangkalan utama di Suriah: pangkalan udara Hmeimim di provinsi Latakia (Suriah barat), pangkalan angkatan laut Tartus di Mediterania, dan pangkalan udara tambahan di Al Hasakah (Suriah timur laut).
Menteri luar negeri Suriah menyambut baik kerja sama dengan Rusia di bidang rekonstruksi, energi, pertanian, dan kesehatan, atas dasar yang 'adil dan transparan'.
"Semakin stabil Suriah, semakin banyak peluang kerja sama yang terbuka bagi semua pihak, sementara kelemahan meningkatkan kemungkinan terjadinya kekacauan dan terorisme," kata Al Shaibani.
Al Shaibani menambahkan bahwa 'dukungan eksplisit' Rusia terhadap arah baru Suriah akan menguntungkan negara tersebut dan kawasan yang lebih luas.***
Artikel Terkait
Menlu Suriah Asaad Al Shaibani Temui Delegasi Israel di Paris, Fokus Bahas Tiga Hal Penting Ini
Utusan AS Tom Barrack Tegaskan Suriah Tak Akan Tandatangani Perjanjian Abraham, Ini Alasannya
Amnesti Internasional: Pasukan Pemerintah Suriah dan Afiliasinya Eksekusi Mati Puluhan Warga Druze di Suwayda
Produk Turki Banjiri Pasar Suriah hingga Barang Lokal Sulit Bersaing, Nilai Impor Capai Rp19,77 Triliun dalam 7 Bulan
Rusia Sambangi Suriah, Tawarkan Mediasi dengan Israel Penjajah