Menlu Assad Al Shaibani: Hubungan Suriah dan Rusia Dalam, Tapi Kurang Seimbang

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 11 September 2025 | 20:36 WIB
Menlu Suriah Assad Al Shaibani ungkap hubungan negaranya dengan Rusia, ia mengatakan dalam tapi tak seimbang. (Kolase foto X.com/@mfa_russia/@SyPresidency)
Menlu Suriah Assad Al Shaibani ungkap hubungan negaranya dengan Rusia, ia mengatakan dalam tapi tak seimbang. (Kolase foto X.com/@mfa_russia/@SyPresidency)

SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri Suriah Assad Al Shaibani ungkap terkait hubungan antara negaranya dengan Rusia setelah jatuhnya rezim Bashar Al Assad akhir tahun lalu.

Assad Al Shaibani mengungkapkan bahwa hubungan Suriah dan Rusia itu 'dalam tapi tak seimbang'.

Hal ini diungkapkannya setelah pertemuan dengan delegasi Rusia pada 9 September lalu di Damaskus.

"Dalam, telah melalui tahapan persahabatan dan kerja sama, meskipun kurang seimbang," kata Assad Al Shaibani pada 10 September 2025, dikutip SenayanPost.com dari Enab Baladi.

Baca Juga: Rusia Sambangi Suriah, Tawarkan Mediasi dengan Israel Penjajah

Pihak Suriah terdiri dari Sekretaris Jenderal Kepresidenan Maher Al Sharaa, Kepala Intelijen Suriah Hussein Al Salama, Kepala Staf Ali Al Nassan, dan para menteri ekonomi, industri, kesehatan, dan keuangan, beserta perwakilan dari kementerian lainnya.

Pihak Rusia diwakili oleh Menteri Konstruksi dan Perumahan Irek Fayzullin, serta pejabat dari 14 kementerian Rusia, termasuk pertahanan dan luar negeri.

Al Shaibani menanggapi serangan Israel baru-baru ini di wilayah Suriah, menyebutnya sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas regional.

Sebelumnya pada hari yang sama, Kantor Berita Arab Suriah (SANA) yang dikelola pemerintah melaporkan bahwa delegasi Rusia akan bertemu dengan beberapa pejabat Suriah untuk membahas ekonomi, keamanan, pertahanan, dan politik.

Baca Juga: Produk Turki Banjiri Pasar Suriah hingga Barang Lokal Sulit Bersaing, Nilai Impor Capai Rp19,77 Triliun dalam 7 Bulan

Al Shaibani menekankan bahwa rezim Assad telah runtuh dan polemik senjata kimia telah mencoreng citra negara tersebut.

"Kami mewarisi banyak berkas penting dari rezim yang telah runtuh, terutama isu senjata kimia, yang mencoreng citra global Suriah," jelasnya.

Ia menekankan bahwa Suriah menutup babak penyangkalan dan penghindaran, dan bekerja sama dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengatakan bahwa setiap kehadiran asing di Suriah 'harus melayani rakyat Suriah dalam membangun masa depan mereka', merujuk pada pangkalan Rusia di wilayah pesisir Suriah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Enab Baladi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X