3. Pembantaian Komunitas Alawi di Latakia: Meningkatnya Ketegangan Sektarian
Serangan brutal terhadap komunitas Alawi di pesisir Latakia menambah daftar panjang kekerasan sektarian di Suriah.
Tuduhan berbalas antara rezim dan kelompok Alawi yang merupakan simpatisan Bashar Al Assad menimbulkan ketegangan yang bisa memicu eskalasi yang lebih luas.
Menurut Reuters, pasukan Suriah membantai 1.500 orang Alawi dan rantai komando diduga mengarah ke Damaskus.
Pembantaian ini mempertegas realitas pahit bahwa konflik Suriah tidak hanya soal politik, tapi juga identitas dan sektarianisme yang kerap dimanfaatkan oleh aktor luar untuk memperpanjang perang.
Memahami Krisis Suriah dari Kacamata Geopolitik
Pernyataan Jeffrey Sachs memberikan kacamata kritis yang sangat dibutuhkan dalam membedah konflik Suriah.
Menempatkan AS sebagai aktor sentral dalam menimbulkan dan memperparah perang, ia mengajak kita memandang lebih jauh dari narasi resmi yang seringkali hanya memuat sisi rezim atau pemberontak saja.
Sachs juga menegaskan bahwa kegagalan diplomasi, seperti yang dialami pada negosiasi damai 2012 di bawah Kofi Annan, merupakan konsekuensi dari sikap keras AS yang menuntut Assad turun sebelum perdamaian bisa tercapai.
Sikap tersebut berkontribusi langsung pada jatuhnya ratusan ribu korban dan jutaan pengungsi.***
Artikel Terkait
Opini: Menilik Klaim Jihad HTS di Suriah, antara Ilusi Perlawanan dan Realitas Penindasan
Ahmad Al Sharaa Presiden Sementara Suriah Masih Masuk Daftar Teroris PBB, Ini yang Dilakukan oleh AS
Pemuka Druze di Suwayda Suriah Protes ke Damaskus, Syaikh Yusuf Jarbou dan Syaikh Hammoud Al Hanawi Merapat ke Barisan Syaikh Hikmat Al Hijri
Eks Dubes AS Akui Bantu Ahmad Al Sharaa alias Abu Muhammad Al Julani Rebranding dari Teroris Jadi Politikus Suriah
Pemerintah Suriah Kutuk dan Kecam Keras Aparat Keamanan Geruduk Rumah Sakit Nasional di Suwayda, Mendagri Anas Khattab Janjikan Investigasi