Inggris mengatakan juga akan mendukung Palestina kenegaraan Israel pada bulan September kecuali Israel mengambil langkah-langkah substantif untuk mengakhiri penderitaan di Gaza, tempat Israel memerangi Hamas, dan memenuhi persyaratan lainnya.
Duta Besar AS untuk PBB, Dorothy Shea, menyebut konferensi PBB pekan lalu yang dihadiri puluhan menteri yang mendesak dunia untuk mengupayakan solusi dua negara antara Israel dan Palestina sebagai "aksi publisitas yang tidak produktif," dan mengatakan hal itu telah melemahkan upaya para mediator.
Saudara sandera Israel Evyatar David, yang terlihat kurus kering dalam sebuah video yang dirilis oleh Hamas pekan lalu, meminta Dewan Keamanan untuk menggunakan pengaruhnya guna mengamankan pembebasan segera tanpa syarat para sandera yang tersisa dan memastikan bantuan kemanusiaan sampai kepada mereka.
"Setiap momen penundaan adalah selangkah lebih dekat menuju hasil akhir yang tragis," kata Ilay David dalam pertemuan tersebut.
Ia mengatakan video itu memperlihatkan saudaranya sebagai 'kerangka hidup'.
"Ia hampir tak punya tenaga untuk bergerak atau berbicara, suaranya nyaris tak dikenali," kata sang kakak, seraya menambahkan bahwa baik ia maupun ibunya tak sanggup menyaksikannya.
"Kami tahu jika kami melakukannya, kami tak akan mampu berfungsi. Namun, ayah dan adik perempuan saya merasa mereka harus melihatnya, mendengar suaranya, merasakannya. Kini bayangan-bayangan ini menghantui mereka. Ayah saya tak bisa tidur, dan ibu saya tak henti-hentinya menangis sejak saat itu," katanya.***
Artikel Terkait
Pejabat Israel Sebut Gencatan Senjata di Gaza Butuh Waktu Lebih Lama, Ini Alasannya
Setelah Trump Sesumbar Bangun Kawasan Elite, Netanyahu Ingin Relokasi Warga Gaza ke Negara Tetangga
Mantan Kepala Intelijen Israel Desak Netanyahu Hentikan Perang di Jalur Gaza, Sebut Hamas Bukan Lagi Ancaman Strategis Zionis
Netanyahu Bakal Ambil Alih Jalur Gaza, IDF Bimbang dan Nasib para Sandera Masih Tanda Tanya Besar
PBB: 1500 Warga Gaza Tewas saat Menerima Bantuan Kemanusiaan Sejak Mei 2025