PBB Khawatir soal Rencana Israel Penjajah Ambil Alih Jalur Gaza, Sebut Bahayakan Sandera dan Masa Depan Negara Palestina

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 6 Agustus 2025 | 12:28 WIB
PBB mengaku khawatir soal rencana Israel penjajah yang berencana untuk ambil alih Jalur Gaza baru-baru ini. (X.com/@antonioguterres)
PBB mengaku khawatir soal rencana Israel penjajah yang berencana untuk ambil alih Jalur Gaza baru-baru ini. (X.com/@antonioguterres)

SENAYANPOST - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan khawatir atas rencana Israel penjajah untuk ambil alih Jalur Gaza yang saat ini tengah menghadapi pembersihan etnis.

Lebih lanjut, PBB menyatakan 'sangat khawatir' jika Israel benar-benar menguasai Jalur Gaza setelah perang yang berlangsung hampir 700 hari tersebut.

Asisten Sekretaris Jenderal PBB Miroslav Jenca mengatakan dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang situasi di Gaza bahwa langkah tersebut akan berisiko menimbulkan bencana.

"Ini dapat semakin membahayakan nyawa para sandera yang tersisa di Gaza," kata Miroslav Jenca pada 4 Agustus 2025, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

Baca Juga: PBB: 1500 Warga Gaza Tewas saat Menerima Bantuan Kemanusiaan Sejak Mei 2025

"Hukum internasional telah jelas dalam hal ini; Gaza adalah dan harus tetap menjadi bagian integral dari negara Palestina di masa depan," tambahnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu dengan pejabat keamanan senior pada hari Selasa untuk menyelesaikan strategi baru bagi perang yang telah berlangsung hampir dua tahun di Gaza, dengan laporan media bahwa ia mendukung pengambilalihan penuh wilayah Palestina tersebut oleh militer.

Wakil perwakilan Tiongkok di PBB, Geng Shuang, menyatakan 'keprihatinan besar' tentang rencana yang dilaporkan tersebut.

"Kami mendesak Israel untuk segera menghentikan tindakan berbahaya tersebut," kata Geng Shuang.

Ia menyerukan gencatan senjata dan mendesak negara-negara berpengaruh untuk mengambil langkah konkret guna mewujudkannya.

Baca Juga: Netanyahu Bakal Ambil Alih Jalur Gaza, IDF Bimbang dan Nasib para Sandera Masih Tanda Tanya Besar

Menjelang pertemuan PBB, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar berbicara kepada para wartawan di PBB dan mengkritik negara-negara yang berusaha menekan Israel dengan mengakui negara Palestina 'virtual', dengan mengatakan bahwa hal ini telah 'menggagalkan' kesepakatan penyanderaan dan gencatan senjata serta memperpanjang perang.

Tiga negara Kelompok Tujuh telah mengumumkan rencana untuk mengakui negara Palestina.

Prancis dan Kanada mengatakan mereka akan melakukannya pada bulan September di Majelis Umum PBB.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X