Banyak yang menuduh Israel telah menghancurkan prospek negara Palestina melalui peningkatan pembangunan permukiman di Tepi Barat dan dengan meratakan sebagian besar Gaza selama perang saat ini. Israel membantah hal ini.
Para menteri kabinet di partai Likud milik Netanyahu menyerukan minggu lalu agar Israel mencaplok Tepi Barat yang diduduki Israel sebelum masa reses Knesset pada akhir Juli.
Para politisi Israel yang pro-pemukim telah menjadi berani dengan kembalinya Trump ke Gedung Putih, yang telah mengusulkan agar warga Palestina meninggalkan Gaza, sebuah saran yang dikecam secara luas di seluruh Timur Tengah dan sekitarnya.
Perang Gaza meletus ketika Hamas menyerang Israel selatan pada Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang, menurut penghitungan Israel.
Sekitar 50 sandera masih berada di Gaza, dengan 20 orang diyakini masih hidup.
Serangan Israel berikutnya terhadap daerah kantong Palestina tersebut telah menewaskan lebih dari 57.000 warga Palestina, menurut kementerian kesehatan Gaza.
Baca Juga: Rudal Balistik Iran Dilaporkan Hantam Lima Lokasi Militer Israel selama Perang 12 Hari
Sebagian besar penduduk Gaza telah mengungsi akibat perang.
Trump menjamu Netanyahu dalam jamuan makan malam di Gedung Putih pada hari Senin, sementara pejabat Israel mengadakan negosiasi tidak langsung dengan Hamas di Qatar yang bertujuan untuk mengamankan gencatan senjata Gaza yang ditengahi AS dan kesepakatan pembebasan sandera.***
Artikel Terkait
Benjamin Netanyahu Ungkap Tujuan Utama Invasi Jalur Gaza, Picu Kemarahan Keluarga para Sandera
Keluar dari Tempat Persembunyiannya Benjamin Netanyahu Ancam Akan Balas Iran
Update Perang Iran vs Israel, Netanyahu Kini Diancam Militer Republik Islam: Hukuman yang Sebenarnya Akan Tiba
Netanyahu Klaim Kemenangan Israel Atas Iran, Sebut Sukses Hancurkan Fasilitas Nuklir Fordow dalam Operasi The Rising Lion
Partai Likud Desak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Aneksasi Tepi Barat Palestina