Ia menambahkan bahwa serangan Israel terhadap Iran merupakan provokasi terang-terangan dan mengabaikan hukum internasional.
Arab Saudi juga mengutuk apa yang disebutnya sebagai 'serangan Israel yang kurang ajar' terhadap Iran, menganggap serangan Israel terhadap Iran sebagai pelanggaran dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum dan norma internasional, menurut kantor berita Saudi.
Sementara itu, Suriah tetap bungkam mengenai eskalasi antara dua musuh pemerintah baru ini, meskipun Damaskus menyatakan ingin mencari kesepakatan dengan Israel.
Baca Juga: Operasi The Rising Lion: Militer Israel Sebut Akan Capai Tujuan di Iran dalam Waktu Dua Minggu
Menurut peneliti Wael Alwan, bukanlah kepentingan pemerintah Suriah untuk tergesa-gesa mengambil sikap di antara kedua musuh ini.
Iran dipandang sebagai musuh karena dukungan yang diberikannya kepada rezim sebelumnya dan sikapnya setelah itu, karena Iran masih menyimpan permusuhan terhadap pemerintah Suriah yang baru dan rakyat Suriah serta terhadap stabilitas Suriah.
Sebaliknya, Israel masih memandang rezim baru di Suriah sebagai musuh potensial yang dapat diajak berunding di masa mendatang, tetapi Tel Aviv terus melakukan serangan dan penyerbuan di wilayah Suriah.
"Sikap harus diambil yang secara langsung mengutuk tindakan apa pun yang memengaruhi wilayah Suriah atau pasukan Suriah dalam agresi ini atau tanggapannya," kata Wael Alwan pada 16 Juni 2025, dikutip SenayanPost.com dari Enab Baladi.
Pada tanggal 12 Juni, Kementerian Luar Negeri Suriah mengutuk serangan Israel di kota Beit Jinn di pedesaan Damaskus, dengan menyatakan bahwa tindakan provokatif tersebut menghambat upaya untuk mencapai stabilitas dan rekonstruksi, serta menyerukan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memantau pelepasan (UNDOF) untuk memikul tanggung jawab mereka.
Tentara Israel mengumumkan penangkapan sejumlah orang yang tergabung dalam Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), dengan mengklaim bahwa mereka berusaha untuk mempromosikan berbagai rencana teroris terhadap warga negara Israel dan Pasukan Pertahanan Israel di Suriah, di kota Beit Jinn di barat daya ibu kota Damaskus.
Peneliti Alwan percaya bahwa sebagian dari pertikaian yang sedang berlangsung antara Israel dan Iran ini mungkin akan melewati Suriah, dengan harapan akan ada beberapa dampak dan akibat yang memengaruhinya.
Dengan demikian, "posisi mengutuk" harus ditetapkan terkait apa yang akan memengaruhi Suriah dari serangan-serangan ini.
Pada tanggal 13 Juni, sisa-sisa rudal jatuh di pedesaan Daraa setelah penembakan balasan antara Israel dan Iran saat melewati wilayah udara Suriah.
Kantor berita resmi (SANA) menyatakan bahwa sisa-sisa ini mungkin berasal dari tangki bahan bakar kosong pesawat tempur Israel atau rudal Iran, dan tidak ada kerusakan material atau manusia yang terjadi, menurut kantor berita tersebut.
Artikel Terkait
Olahraga di Tengah Krisis, Ahmad Al Sharaa Main Basket dengan Menlu Asaad Al Shaibani, Perlawanan Rakyat Suriah: 'Abu Basketball Al Jolani'
Suriah Era Ahmad Al Sharaa: Merangkul Negara Arab, Menapaki Jalan Perjanjian Abraham?
Presiden Sementara Ahmad Al Sharaa Ungkap Masa Depan Hubungan Suriah dengan Israel: Kita Punya Musuh yang Sama
AS Berikan Lampu Hijau, Izinkan Suriah Masukkan Ribuan Eks Pemberontak Jihadis Asing ke dalam Angkatan Bersenjata
SOHR: Hampir 8 Ribu Warga Sipil Tewas di Bawah Pemerintahan Ahmad Al Sharaa Presiden Sementara Suriah