Suriah Era Ahmad Al Sharaa: Merangkul Negara Arab, Menapaki Jalan Perjanjian Abraham?

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 23 Mei 2025 | 16:01 WIB
Suriah era Ahmad Al Sharaa semakin dekat dengan negara Arab, diduga semakin dekat dengan penandatanganan perjanjian Abraham. (Kolase foto X.com/@POTUS/@SyPresidency)
Suriah era Ahmad Al Sharaa semakin dekat dengan negara Arab, diduga semakin dekat dengan penandatanganan perjanjian Abraham. (Kolase foto X.com/@POTUS/@SyPresidency)

SENAYANPOST - Suriah era presiden sementara Ahmad Al Sharaa atau Abu Mohammad Al Jolani memiliki wajah kebijakan luar negeri yang berbeda dengan Bashar Al Assad.

Belum lama ini, Ahmad Al Sharaa melakukan lobi dan diplomasi dengan negara-negara Arab yang sebelumnya hampir tidak pernah dilakukan oleh rezim sebelumnya.

Pendekatan presiden sementara Suriah ini menarik banyak perhatian setelah sebelumnya Ahmad Al Sharaa mengatakan bahwa ia siap menandatangani Perjanjian Abraham atau Abraham Accords dengan Israel.

Namun, Ahmad Al Sharaa menggarisbawahi bahwa penandatanganan tersebut harus sesuai dengan 'syarat dan ketentuan berlaku'.

Diketahui, sebelum menjajaki Perjanjian Abraham, setidaknya Suriah harus melalui langkah-langkah sebelum akhirnya menormalisasi hubungan dengan Israel lewat perjanjian ini.

Baca Juga: Olahraga di Tengah Krisis, Ahmad Al Sharaa Main Basket dengan Menlu Asaad Al Shaibani, Perlawanan Rakyat Suriah: 'Abu Basketball Al Jolani'

Perkembangan Terbaru

Belum lama ini, Presiden AS Donald Trump di dalam pesawatnya menuju Qatar dari Arab Saudi menyatakan akan mencabut sanksi terhadap Suriah.

Ia juga menegaskan akan bertemu langsung dengan Al Sharaa di Riyadh.

Dalam kesempatan itu, Trump mengatakan bahwa Suriah pada akhirnya akan bergabung dengan Perjanjian Abraham, yang merupakan salah satu arahan utama yang dibahasnya dengan mitranya dari Suriah selama pertemuan tersebut.

Trump mengaitkan masuknya Suriah ke dalam perjanjian tersebut dengan stabilisasi situasi di negara tersebut dan pengaturan urusan dalam negeri, menurut laporan dari media Amerika, termasuk CNN.

"Saya pikir mereka (Suriah) perlu memperbaiki situasi mereka terlebih dahulu. Saya harap Anda akan bergabung saat keadaan stabil," kata Donald Trump kepada Al Sharaa.

"Ya, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," kata Al Sharaa.

Selama pertemuan kedua presiden di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, asisten Gedung Putih dan sekretaris pers Karoline Leavitt menyatakan melalui X bahwa Trump mendorong mitranya al-Sharaa pada lima isu utama, termasuk penandatanganan Perjanjian Abraham dengan Israel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Enab Baladi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X