Menlu Israel: Dunia Harus Turun Tangan Lindungi Druze dari 'Geng Teroris' Rezim Ahmad Al Sharaa

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 2 Mei 2025 | 16:05 WIB
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar sebut dunia internasional perlu campur tangan soal Druze dari ancaman rezim Ahmad Al Sharaa. (X.com/@gidonsaar)
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar sebut dunia internasional perlu campur tangan soal Druze dari ancaman rezim Ahmad Al Sharaa. (X.com/@gidonsaar)

Baca Juga: Laporan: Daripada Turki, Israel Lobi AS Supaya Rusia Bertahan di Suriah yang 'Lemah' dan 'Terpecah'

Menteri Pertahanan Israel Katz menegaskan kembali peringatan tersebut pada hari Kamis dalam sebuah unggahan media sosial yang ditujukan kepada Al Sharaa.

"Saya kembali memperingatkan kepala rezim Suriah… Jika kerusakan terhadap Druze di Suriah tidak berhenti, kami akan menanggapinya dengan sangat keras," kata Israel Katz.

Dalam sebuah surat kepada Netanyahu, Arbel mengatakan bahwa ia yakin rekaman yang muncul dari Suriah menunjukkan adanya bahaya langsung dan nyata bagi kehidupan komunitas Druze di Suriah.

"Saya ingin meminta intervensi dan instruksi langsung Anda kepada semua pihak terkait untuk melakukan tindakan yang diperlukan dan segera guna menghentikan pembantaian tersebut, baik melalui cara diplomatik maupun militer," tulis anggota parlemen Shas tersebut.

"Perwira IDF dan pejuang pemberani dari komunitas Druze termasuk di antara yang pertama kali bangkit dan membela Negara Israel setelah serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023, dan dalam semua perang Israel," tambahnya.

Baca Juga: Lebih dari 1000 Orang Tewas, Ahmad Al Sharaa Janji Atasi Kekerasan Mematikan di Suriah, Simpatisan Bashar Al Assad Diduga Terlibat

"Saat ini, keluarga mereka berada dalam bahaya langsung dan nyata. Negara Israel tidak boleh berdiam diri dalam menghadapi pembantaian brutal yang sedang berlangsung saat ini," jelasnya.

Komentarnya menyusul pertempuran antara pasukan keamanan Suriah, pejuang sekutu, dan kelompok Druze setempat, menurut Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) yang berpusat di Inggris.

Israel menerima tiga warga Druze Suriah untuk perawatan pada hari Rabu dan dua lainnya pada hari Kamis, setelah mereka tampaknya terluka dalam kekerasan tersebut.

Mereka dirawat di Rumah Sakit Ziv di Safed.

SOHR menambahkan bahwa di provinsi Suweyda selatan, yang juga memiliki populasi Druze yang besar, 27 orang bersenjata Druze tewas, 23 di antaranya dalam 'penyergapan' di jalan Suweyda-Damaskus pada hari Rabu.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Times of Israel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X