SENAYANPOST - Sepuluh hari berturut-turut tentara pendudukan Israel mengepung Kota Jenin dan kamp pengungsiannya di Tepi Barat Palestina.
Setelah gencatan senjata di Jalur Gaza diumumkan, Israel penjajah langsung mengalihkan perhatiannya ke Tepi Barat.
Dalam sepuluh hari terakhir terdapat bentrokan sengit antara pejuang Palestina dan tentara pendudukan Israel.
Setidaknya 17 warga syahid dalam pengepungan tersebut dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari WAFA News Agency pada 30 Januari 2025, Wali Kota Jenin, Muhammad Jarar, mengatakan bahwa pendudukan tersebut menghancurkan sejumlah besar rumah warga di kamp pengungsi Jenin dan di lingkungan sekitar.
Agresi di kamp dan kota tersebut juga menyebabkan pemadaman listrik total di kamp, dan kekurangan air yang parah, karena air terputus dari sekitar 35 persen lingkungan kota dan kamp karena kerusakan pada sumur Sa'ada, yang merupakan sumur utama di kota tersebut.
Ia menambahkan bahwa pendudukan tersebut dengan sengaja menghancurkan properti dan toko warga, dan persediaan makanan mulai menipis di sejumlah lingkungan kota.
Jarar mengatakan bahwa pendudukan masih mengepung kamp Jenin dan sebagian kota, terutama di sekitar kamp.
Baca Juga: Warga Israel Ejek Rencana Presiden Donald Trump Relokasi Rakyat Palestina dari Gaza
Warga Yaish Rabaya juga terluka setelah dipukuli habis-habisan oleh pasukan pendudukan selama penyerbuan kota Meithalun, sebelah timur Jenin, sementara pasukan pendudukan menahan putranya, Muhammad Rabaya, setelah menggerebek rumahnya di kota itu.
Pasukan pendudukan menyerbu desa Bir al-Basha, sebelah selatan Jenin dan mengepung rumah pemuda Ihab Ghawadra dan menangkapnya dari dalam rumah, serta dua pemuda lainnya dari dalam rumah.
Penarikan beberapa kendaraan pendudukan dari lingkungan di kamp Jenin dan sekitarnya mengungkap kerusakan besar pada rumah dan properti warga, infrastruktur, dan jaringan listrik.
Kerusakan itu tampak di lingkungan Al-Aloub, Al-Hadaf, dan Al-Damj. Pendudukan juga meratakan lingkungan Jourat Al-Dhahab dan membuka jalan di sana.
Artikel Terkait
Pertama Kalinya, 650 Ribu Rakyat Palestina Kembali Pulang ke Gaza Utara Sejak Perang 7 Oktober 2023
Presiden AS Donald Trump Blak-blakan Ungkap Rencana 'Pembersihan Etnis' Rakyat Palestina, Sebut Mesir dan Yordania Siap Tampung Pengungsi
Indonesia dan Malaysia Kompak soal Palestina, Prabowo Tekankan Solusi Dua Negara
Warga Israel Ejek Rencana Presiden Donald Trump Relokasi Rakyat Palestina dari Gaza
Rencana Presiden AS Donald Trump Pembersihan Etnis terhadap Rakyat Palestina di Gaza, Pengamat: Ilegal dan Angan-angan