Pejuang perlawanan mengubah kota itu menjadi perangkap maut bagi pasukan Israel, yang mengungkap kelemahan dalam strategi militer Israel.
Kemunduran serupa terjadi di daerah lain, termasuk Rafah dan Jabalia, tempat pasukan perlawanan melakukan penyergapan mematikan.
Kegagalan ini telah memicu kritik luas di dalam negara pendudukan tersebut.
Analis militer dan jurnalis menggambarkan Gaza sebagai "Vietnam-nya Israel", menyoroti korban harian tentara dan ketidakmampuan untuk mencapai kemenangan yang menentukan.
Baca Juga: Sampai Debat Panas! Netanyahu Akhirnya Turuti Permintaan Donald Trump soal Gencatan Senjata di Gaza
Ketidakpuasan publik telah meningkat, dengan banyak warga Israel kehilangan kepercayaan pada kepemimpinan Netanyahu setelah 15 bulan perang.
Keluarga tahanan Israel juga telah menekan pemerintah untuk membawa pulang orang yang mereka cintai, yang menambah kesengsaraan perdana menteri.***
Artikel Terkait
466 Hari Genosida di Gaza: Kesepakatan Gencatan Senjata Makin Dekat, Mediator Serahkan Draf Akhir
Kemajuan Signifikan Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza, Paling Cepat Hari Jumat Pekan Ini
Sampai Debat Panas! Netanyahu Akhirnya Turuti Permintaan Donald Trump soal Gencatan Senjata di Gaza
Israel Penjajah dan Hamas Resmi Gencatan Senjata di Gaza, Ini Isi Kesepakatannya
Joe Biden Sebut Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza Usulan Pemerintahannya, Presiden Terpilih AS Donald Trump Justru Bilang Ini