Ini termasuk pejuang dari Albania, Yordania, Turki, Tajikistan, dan seorang Uighur yang terkait dengan Partai Islam Turkistan.
"HTS telah mampu menempatkan anggotanya, serta mereka yang dekat dengannya, untuk menjadi orang-orang yang memimpin kementerian pertahanan, tentara masa depan, serta orang-orang yang memimpin restrukturisasi tentara ini," jelas Haid pada 30 Desember 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Dekrit tersebut juga mempromosikan dua orang ke pangkat jenderal, lima orang ke brigadir jenderal, dan sekitar 40 orang ke kolonel.
Janji representasi yang lebih luas
Dalam sebuah wawancara dengan Al Arabiya milik Saudi, Al Sharaa mengakui bahwa anggota HTS dan sekutu mereka saat ini mendominasi posisi pemerintah tetapi menjanjikan "partisipasi yang lebih luas" di masa depan.
Observatorium Suriah menguatkan bahwa sebagian besar pengangkatan berasal dari HTS atau faksi yang berafiliasi, dengan sejumlah kecil dari kelompok sekutu.
Baca Juga: Menhan Israel soal Suriah: Kami Sukses Gulingkan Bashar Al Assad
Aymenn al-Tamimi, seorang pakar kelompok jihad, mengonfirmasi kepada wartawan tentang masuknya orang asing dalam daftar tersebut, termasuk seorang warga Yordania, seorang Uighur, dan seorang pejuang Turki yang memimpin sebuah faksi pejuang Turki di bawah HTS dan sekarang menjadi brigadir jenderal.
Para pemimpin Barat, khususnya Eropa, telah menyatakan lebih banyak kekhawatiran atas potensi HTS untuk mempertahankan hubungan Suriah dengan Rusia.***
Artikel Terkait
Ratusan Warga Suriah di Damaskus Protes Usai Pohon Natal Dibakar di Suqaylabiyah
Presiden Turki Erdogan soal Agresi Israel ke Dataran Tinggi Golan, Sebut Melemahkan Revolusi Suriah
Menhan Israel soal Suriah: Kami Sukses Gulingkan Bashar Al Assad
Ahmad Al Sharaa Pemimpin Baru Suriah Bakal Lebur Faksi Oposisi Bersenjata, Satu Kelompok Ini Tidak Termasuk
SDF Siap Gabung dengan Tentara Suriah Baru di Bawah Kepemimpinan HTS