Ahmad Al Sharaa Tunjuk Puluhan Petinggi Militer Suriah dari HTS dan Warga Negara Asing

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 31 Desember 2024 | 22:07 WIB
Ahmad Al Sharaa presiden sementara tunjuk petinggi militer Suriah yang didominasi oleh anggota HTS dan Warga Negara Asing (WNA). (X.com/@syrianmofaex)
Ahmad Al Sharaa presiden sementara tunjuk petinggi militer Suriah yang didominasi oleh anggota HTS dan Warga Negara Asing (WNA). (X.com/@syrianmofaex)

SENAYANPOST - Ahmad Al Sharaa menunjuk petinggi militer Suriah yang sebagian besar diisi oleh anggota Hayat Tahrir Al Sham (HTS) termasuk Warga Negara Asing (WNA).

Pengangkatan tersebut dilakukan Ahmad Al Sharaa pemimpin de facto Suriah beberapa minggu setelah jatuhnya rezim Bashar Al Assad.

Hal tersebut juga dilakukan ditengah-tengah pembangunan kembali lembaga negara yang sebelumnya didominasi oleh orang-orang Assad.

Pada hari Minggu, Komando Umum Al Sharaa menerbitkan sebuah dekrit yang mencantumkan 49 orang yang akan memangku peran-peran penting di militer.

Baca Juga: Kecelakaan Pesawat Terbang Dalam Sepekan Terakhir

Pengumuman tersebut, yang dibagikan di Telegram, adalah yang pertama dari jenisnya sejak pemerintahan Assad jatuh pada tanggal 8 Desember.

Pernyataan tersebut mencatat bahwa pengangkatan tersebut merupakan bagian dari upaya menuju "pengembangan dan modernisasi militer... untuk menjamin keamanan dan stabilitas".

Daftar baru tersebut mencakup mantan anggota oposisi, khususnya dari kelompok Islamis HTS yang dipimpin Al Sharaa, serta mantan perwira militer yang membelot selama tahap awal perang di Suriah.

HTS, yang awalnya merupakan cabang Al Qaeda, telah berupaya mengubah citranya dalam beberapa tahun terakhir sambil mempertahankan bentengnya di Idlib.

Baca Juga: SDF Siap Gabung dengan Tentara Suriah Baru di Bawah Kepemimpinan HTS

HTS dominasi peran-peran penting

Berbicara kepada AFP, Haid Haid, seorang konsultan di Chatham House, mencatat bahwa 'tujuh pangkat tertinggi dari mereka yang dipromosikan tampaknya semuanya berasal dari HTS'.

Di antara mereka adalah kepala militer HTS, Murhaf Abu Qasra, yang telah diangkat menjadi jenderal dan dilaporkan sedang dipertimbangkan untuk jabatan menteri pertahanan dalam pemerintahan transisi.

Syrian Observatory for Human Rights, pemantau perang yang berbasis di Inggris, mengungkapkan bahwa banyak dari orang-orang yang ditunjuk tersebut merupakan sekutu dekat Al Sharaa, termasuk sedikitnya enam orang asing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X