AS Prihatin soal Kekerasan terhadap Minoritas di Suriah Usai Bashar Al Assad Jatuh

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 31 Desember 2024 | 21:05 WIB
Amerika Serikat (AS) mengaku prihatin dengan kekerasan terhadap kaum minoritas yang dilakukan kaum militan Suriah. (Instagram.com/@potus)
Amerika Serikat (AS) mengaku prihatin dengan kekerasan terhadap kaum minoritas yang dilakukan kaum militan Suriah. (Instagram.com/@potus)

Baca Juga: Menhan Israel soal Suriah: Kami Sukses Gulingkan Bashar Al Assad

Sementara Axios meninjau beberapa video ini, keasliannya masih belum terverifikasi.

Departemen Luar Negeri AS telah mengakui adanya kesadaran akan insiden ini dan sedang menyelidiki laporan tersebut.

HTS tidak terlibat dalam kekerasan

Pada hari Minggu, utusan Departemen Luar Negeri Daniel Rubinstein mengunjungi Damaskus dan bertemu dengan al Shaybani, menurut dua pejabat AS yang berbicara kepada Axios.

Rubinstein menyatakan kekhawatiran AS atas laporan kekerasan, pembalasan, dan intimidasi terhadap kaum minoritas, dengan menekankan bahwa tindakan tersebut harus dihentikan.

Baca Juga: Presiden Turki Erdogan soal Agresi Israel ke Dataran Tinggi Golan, Sebut Melemahkan Revolusi Suriah

Al Shaybani menyatakan bahwa pemerintahan transisi menentang kekerasan tersebut dan mengaitkan sebagian besarnya dengan kelompok bersenjata lain, bukan HTS.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa Ahmad Al Sharaa dan pemerintahan transisi sedang berupaya menstabilkan situasi dengan mendemobilisasi milisi dan menggabungkan mereka ke dalam tentara Suriah yang bersatu.

Pejabat itu menggarisbawahi urgensi pemerintahan baru Suriah untuk mengatasi masalah ini dan memperingatkan bahwa kekerasan yang berkelanjutan dapat meningkatkan ketegangan internal dan memberi peluang bagi kelompok yang berafiliasi dengan Assad atau ISIS untuk memicu konflik baru di kawasan tersebut.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X