Sebelum Digulingkan HTS, Bashar Al Assad Sebut Turki Dukung Oposisi Bersenjata

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 16 Desember 2024 | 22:00 WIB
Mantan presiden Suriah Bashar Al Assad menyebut keterlibatan Turki dalam usaha penggulingannya oleh oposisi bersenjata HTS. (X.com/@Presidency_Sy)
Mantan presiden Suriah Bashar Al Assad menyebut keterlibatan Turki dalam usaha penggulingannya oleh oposisi bersenjata HTS. (X.com/@Presidency_Sy)

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan pada hari Rabu bahwa penggulingan Assad merupakan hasil dari rencana Amerika Serikat dan Israel.

Dia mengatakan bahwa salah satu tetangga Suriah juga memiliki peran dan terus melakukannya.

Khamenei tidak menyebutkan nama negara tersebut, tetapi tampaknya merujuk pada Turki.

Baca Juga: Hari ke-435, Hamas Tegaskan Ingin Akhiri Perang di Jalur Gaza dengan Israel

Turki, anggota NATO, yang menguasai sebagian besar wilayah di Suriah utara setelah beberapa serangan lintas batas terhadap milisi YPG Kurdi Suriah, merupakan pendukung utama kelompok-kelompok oposisi yang bertujuan untuk menggulingkan Assad sejak pecahnya perang saudara pada tahun 2011.

Kejatuhan Assad melucuti Iran dan sekutunya, kelompok Hizbullah di Lebanon, dari sekutu vital.

Hubungan Teheran dengan Damaskus telah memungkinkan Iran untuk menyebarkan pengaruhnya melalui koridor darat dari perbatasan baratnya melalui Irak hingga ke Lebanon untuk membawa pasokan senjata ke Hizbullah.

Iran menghabiskan miliaran dolar untuk mendukung Assad selama perang dan mengerahkan Garda Revolusi ke Suriah untuk mempertahankan kekuasaan sekutunya.

Baca Juga: Rezim Bashar Al Assad di Suriah Tumbang, Pengamat Sebut Turki Memainkan Peran Penting Sejak Awal

Hizbullah juga memainkan peran utama, dengan mengirimkan para pejuang untuk mendukungnya, tetapi harus membawa mereka kembali ke Lebanon selama tahun lalu untuk berperang dalam perang yang melelahkan dengan Israel.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X