Solusi Dua Negara Palestina dan Israel Buntu, Arab Saudi Tinggalkan Perjanjian Pertahanan dengan AS

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 1 Desember 2024 | 19:11 WIB
Arab Saudi tinggalkan perjanjian pertahanan dengan AS sebagai ganti normalisasi Israel dan kini mengupayakan kesepakatan sederhana. (Instagram.com/@ksa_mofa)
Arab Saudi tinggalkan perjanjian pertahanan dengan AS sebagai ganti normalisasi Israel dan kini mengupayakan kesepakatan sederhana. (Instagram.com/@ksa_mofa)

SENAYANPOST - Arab Saudi telah 'menghentikan upaya' untuk menandatangani perjanjian pertahanan dengan Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, Arab Saudi akan menandatangani perjanjian pertahanan dengan AS sebagai ganti normalisasi dengan Israel.

Bukan tanpa alasan, Arab Saudi menilai situasi di Palestina kian memburuk dan menemui jalan buntu.

Sebagai gantinya, negara Arab itu mengupayakan perjanjian yang 'lebih sederhana'.

Baca Juga: AS Setujui Paket Amunisi dan Bom Kecil ke Israel Penjajah Senilai Rp10,7 Triliun

Sumber tersebut mengatakan Putra Mahkota Saudi Mohamed Bin Salman (MbS) telah menegaskan kembali dengan syarat bahwa normalisasi dengan Israel harus bergantung pada komitmen Tel Aviv untuk berupaya mencapai pembentukan negara Palestina yang merdeka, sejalan dengan Prakarsa Perdamaian Arab 2002.

"Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih berhasrat untuk mengamankan normalisasi dengan negara Arab Saudi sebagai tonggak bersejarah dan tanda penerimaan yang lebih luas di dunia Arab," kata sumber tersebut pada 29 November 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

Namun, perdana menteri Israel tahu bahwa setiap langkah menuju solusi dua negara akan memecah belah koalisi yang berkuasa, kata mereka.

Baca Juga: Israel Penjajah Kembali Kepung RS Indonesia di Gaza, 4 Unit Generator Rusak Terbakar

Akibat posisi Saudi dan Israel tersebut keduanya akan mengupayakan perjanjian yang lebih sederhana.

"Riyadh dan Washington berharap pakta pertahanan yang lebih sederhana dapat dicapai sebelum Presiden Joe Biden meninggalkan Gedung Putih pada bulan Januari," menurut sumber-sumber Saudi dan Barat.

Awal tahun ini, banyak laporan mengatakan Arab Saudi tengah mengupayakan pakta pertahanan dengan Washington, akses ke persenjataan AS yang lebih baik, dan program nuklir yang didukung AS sebagai imbalan atas normalisasi dengan Israel.

Namun, Riyadh secara terbuka berpegang pada posisinya bahwa setiap normalisasi dengan Israel harus bergantung pada komitmen untuk bekerja menuju negara Palestina – sesuatu yang terus ditolak mentah-mentah oleh Tel Aviv.

Baca Juga: Hari Solidaritas Internasional Bersama Rakyat Palestina: Di Mana Orang-orang Arab dan Islam?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X