SENAYANPOST - Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Mohammed Diab Ibrahim Al Masri atau Mohammed Deif atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang yang dilakukan di Israel dan Palestina sejak 7 Oktober 2023.
Sebelumnya, ICC juga akan menangkap Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh dan penggantinya Yahya Sinwar.
Namun, keduanya gugur di tempat berbeda. Ismail Haniyeh dibunuh Israel penjajah di Teheran usai menghadiri peresmian presiden Masoud Pezeshkian.
Sementara Yahya Sinwar gugur di medan perang, tepatnya di Tal Al Sultan, Rafah, Jalur Gaza.
Baca Juga: Netanyahu Kecam Surat Penangkapan Atas Kejahatan Perang, Sebut ICC Antisemit
"Penuntutan pada awalnya mengajukan permohonan surat perintah penangkapan untuk dua pemimpin senior Hamas lainnya, yaitu Tn. Ismail Haniyeh dan Tn. Yahya Sinwar. Setelah konfirmasi kematian mereka, Kamar mengabulkan penarikan permohonan masing-masing pada tanggal 9 Agustus 2024 dan 25 Oktober 2024," bunyi pernyataan ICC pada 21 November 2024, dikutip SenayanPost.com dari icc-cpi.int.
Menurut Israel, Deif sudah tewas di Gaza beberapa bulan yang lalu.
Namun, pihak Hamas membantah kematiannya dan menyatakan bahwa komandan Brigade Al Qassam itu masih hidup dan berada di Jalur Gaza.
"Oleh karena itu, Majelis mengeluarkan surat perintah penangkapan saat ini. Jaksa Penuntut Umum juga mencatat bahwa mereka terus menyelidiki kejahatan dalam konflik yang sedang berlangsung dan membayangkan bahwa permohonan lebih lanjut untuk surat perintah penangkapan akan diajukan," lanjut pernyataan ICC.
Baca Juga: ICC Keluarkan Surat Penangkapan Benjamin Netanyahu, Yoav Gallant, dan Komandan Hamas Mohammed Deif
Dalam pernyataan resminya, ICC mengungkapkan bahwa mereka telah menemukan alasan yang masuk akal dan cukup bahwa 7 Oktober 2023 yang didalangi oleh Deif bersama petinggi Hamas lainnya menimbulkan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
"Anggota Hamas, terutama pejuang Brigade al-Qassam, melakukan pembunuhan massal di dan/atau di sekitar komunitas Kfar Aza, Holit, Nir Oz, Be’eri, dan Nahal Oz, serta di festival Supernova. Para penyerang, misalnya, menembaki orang-orang saat mereka mencari perlindungan dan melemparkan granat ke arah mereka. Pejuang Hamas mengikuti pola serupa di lokasi lain dan membunuh lebih banyak orang. Pembunuhan ini memenuhi syarat sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang berupa pembunuhan," ungkap ICC.
"Majelis juga menemukan bahwa di beberapa lokasi, yaitu di lokasi festival Supernova dan di sekitarnya, para penyerang menembaki orang-orang dengan senjata semi-otomatis dan/atau granat berpeluncur roket. Mengingat hal ini, Majelis menyimpulkan bahwa ada alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa kejahatan perang dengan sengaja mengarahkan serangan terhadap warga sipil telah dilakukan," tambahnya.
Artikel Terkait
Benjamin Netanyahu Sebut ICC Absurd hingga Antisemit Usai Karim Khan Rilis Surat Penangkapan
Benjamin Netanyahu Jadi Buronan ICC, Kongres AS Justru Undang Perdana Menteri Israel ke Washington
382 Hari Kejahatan Perang di Gaza, Kapan ICC Tangkap Netanyahu dan Gallant?
Netanyahu Diduga Ubah Notulen Rapat dalam Pembelaan Israel di ICC, Ingin Hapus Bukti Kejahatan Perang?
ICC Keluarkan Surat Penangkapan Benjamin Netanyahu, Yoav Gallant, dan Komandan Hamas Mohammed Deif