Sebelumnya pada hari Rabu, media berbahasa Ibrani melaporkan sebuah 'insiden yang sangat sulit' di mana beberapa tentara Israel tewas di Lebanon selatan, terjadi setelah Tel Aviv baru-baru ini mengumumkan perluasan operasi daratnya di negara itu.
Menurut Sky News Arabia, sembilan tentara Israel tewas di sebuah gedung yang dipasangi bom di Lebanon selatan, dan yang lainnya terluka.
Para tentara berada di dalam gedung tersebut ketika bahan peledak diledakkan.
Pada hari Selasa, tentara Israel mengumumkan telah memulai fase kedua operasi daratnya di Lebanon selatan dalam upaya untuk maju menuju garis pertahanan kedua Hizbullah.
"Tentara Israel telah memulai fase kedua manuver darat di Lebanon selatan, dengan Divisi ke-36 maju menuju garis pertahanan kedua Hizbullah," surat kabar Israel Maariv melaporkan.
Sebagai tanggapan, Hizbullah mengumumkan bahwa keputusan tentara Israel "hanya akan menyebabkan kekecewaan, dan hasilnya yang tak terelakkan adalah lebih banyak kerugian dan kegagalan; ‘Mujahidin kami sedang menunggu.'"
"Perlawanan telah mengambil semua langkah dalam rencana pertahanannya untuk memungkinkannya bertempur dalam pertempuran panjang guna mencegah musuh mencapai tujuannya," tambah gerakan perlawanan Islam tersebut.***
Artikel Terkait
Netanyahu Diduga Ubah Notulen Rapat dalam Pembelaan Israel di ICC, Ingin Hapus Bukti Kejahatan Perang?
Eks Menlu Yordania Sebut Solusi Dua Negara Israel dan Palestina Sudah Berakhir, Netanyahu Tak Peduli soal Sandera
Indonesia Sebut Faksi Perlawanan Palestina Bukan Teroris, Desak Negara Arab dan Islam Isolasi dan Cabut Keanggotaan Israel dari PBB
76 Tahun Penjajahan Israel, Indonesia di KTT Luar Biasa OKI dan Liga Arab: Kita Semua Palestina!
Kelaparan di Gaza Makin Parah, AS Tarik Ancaman untuk Berhenti Kirim Senjata ke Israel