Sejak 7 Oktober 2023, Israel Penjajah Jatuhkan 85 Ribu Ton Bom di Jalur Gaza

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 7 November 2024 | 14:04 WIB
Israel penjajah telah jatuhkan 85 ribu ton bom di Jalur Gaza sejak dimulainya genosida yang dimulai pada 7 Oktober 2023. (X.com/@UNRWA)
Israel penjajah telah jatuhkan 85 ribu ton bom di Jalur Gaza sejak dimulainya genosida yang dimulai pada 7 Oktober 2023. (X.com/@UNRWA)

SENAYANPOST - Israel penjajah setidaknya sudah menjatuhkan 85 ribu ton bom di Jalur Gaza sejak dimulainya genosida pada 7 Oktober 2023.

Laporan ini disampaikan oleh Otoritas Kualitas Lingkungan Palestina belum lama ini.

Hal tersebut belum termasuk penggunaan amunisi fosfor putih tanpa pandang bulu, yang dilarang berdasarkan Konvensi PBB tentang Senjata Konvensional Tertentu.

Berbicara kepada Kantor Berita Wafa, pejabat Palestina mengatakan pemboman terus-menerus telah menyebabkan kerusakan lahan pertanian yang luas dan tanah yang terkontaminasi dengan bahan kimia beracun, yang akan menghambat pertanian di daerah kantong itu selama beberapa dekade.

Baca Juga: Menangkan Pemilu AS 2024, Ini Sikap Donald Trump soal Israel, Palestina, dan Timur Tengah

Lebih jauh, para pejabat mengatakan serangan Israel telah menyebabkan kerusakan signifikan pada sumber air Gaza.

"Menyebabkan air yang tercemar meresap ke cekungan air tanah, [menimbulkan] krisis kesehatan dan lingkungan yang membahayakan ratusan ribu penduduk untuk generasi mendatang," kata seorang pejabat Palestina pada 6 November 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

Pada bulan Juni, Euro-Med Human Rights Monitor melaporkan bahwa Israel telah menjatuhkan 70.000 ton bom di Gaza sejak dimulainya genosida, jauh melampaui pemboman Dresden, Hamburg, dan London selama Perang Dunia II.

Sejak saat itu, Israel telah mengintensifkan kampanye pembersihan etnis di utara Gaza, dengan membombardir wilayah tersebut setiap hari.

Baca Juga: Hamas dan Fatah Akhirnya Sepakat Bentuk Komite Administratif di Jalur Gaza Pascaperang

Jenazah lebih dari 43.000 warga Palestina telah ditemukan selama setahun terakhir, dengan sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak.

Ribuan lainnya masih terkubur di bawah reruntuhan.

Serangan Israel telah mengungsikan hampir seluruh penduduk wilayah tersebut karena Tel Aviv terus memberlakukan blokade yang menyebabkan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan yang parah.

Awal tahun ini, PBB memperingatkan bahwa pemindahan puluhan juta ton puing yang tersisa setelah pemboman Israel dapat memakan waktu 15 tahun dan menghabiskan biaya antara 500-600 juta dolar AS atau sekitar Rp7,85 - Rp9,42 triliun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X