Pengaruh Pemilu AS 2024 terhadap Perang Israel di Palestina dan Lebanon

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 3 November 2024 | 17:33 WIB
Berikut pengaruh Pemilu AS 2024 yang menghadirkan Donald Trump dan Kamala Harris terhadap perang di Palestina dan Lebanon. (Kolase foto X.com/@realDonaldTrump/@KamalaHarris)
Berikut pengaruh Pemilu AS 2024 yang menghadirkan Donald Trump dan Kamala Harris terhadap perang di Palestina dan Lebanon. (Kolase foto X.com/@realDonaldTrump/@KamalaHarris)

Pada bulan Juli, Harris mengatakan kepada Netanyahu bahwa dia 'tidak akan diam' dalam menghadapi penderitaan di Gaza.

"Israel memiliki hak untuk membela diri dan bagaimana melakukannya penting. Apa yang terjadi di Gaza selama sembilan bulan terakhir sangat menghancurkan," kata Harris kepada wartawan setelah pertemuan tersebut.

Harris juga dikatakan menginginkan perdamaian di perbatasan Israel-Lebanon.

Baca Juga: Lirik Lagu Hai Apa Kabar, Gisella Anastasia, Single Perdana Pasca 3 Tahun Hiatus

Dia memuji pembunuhan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah oleh Israel pada bulan September.

Pada hari Kamis, Brett McGurk, koordinator Timur Tengah Presiden Biden, dan negosiator konflik Amos Hochstein tiba di Israel untuk mendorong gencatan senjata dengan Hizbullah.

Menteri Luar Negeri Biden Antony Blinken juga telah melakukan 11 misi yang gagal ke Israel untuk berunding guna mengakhiri perang sejak 7 Oktober 2023.

Namun, terlepas dari perkataannya, Harris belum berkomitmen untuk segera menghentikan perang Israel di Gaza, banyak komunitas Arab dan Muslim AS mencatat.

Beberapa orang mengatakan dia belum menetapkan langkah-langkah yang jelas untuk mencapai tujuannya, seperti memotong dukungan militer untuk Israel.

Baca Juga: Terjemahan Lirik Lagu DRIP, BABYMONSTER dalam Bahasa Indonesia

"Tanpa komitmen nyata untuk menghentikan pembunuhan anak-anak Gaza, saya tidak peduli dengan empatinya terhadap mereka," kata Eman Abdelhadi, seorang sosiolog di Universitas Chicago.

Seperti Biden, Harris juga tidak mengajukan rencana dua negara, kata para analis.

Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas telah mengkritik pemerintahan Biden di masa lalu karena gagal mengusulkan sistem dua negara.

Para pemilih di komunitas Arab Amerika membantu mendorong Biden meraih kemenangan pada tahun 2020 di negara bagian penting seperti Michigan.

Beberapa kini memilih untuk memilih Trump atau tidak sama sekali, karena telah kehilangan kepercayaan pada Partai Demokrat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X