Namun, Perlawanan berhasil memancing tentara Israel untuk melakukan penyergapan yang telah disiapkan sebelumnya di dalam beberapa desa perbatasan.
Pertempuran jarak dekat, khususnya di kota-kota al-Qawzah dan Rmeish, menyebabkan banyak korban di pihak Israel.
Baca Juga: Netanyahu Klaim Israel Sukses Bunuh Yahya Sinwar: Ini Bukan Akhir Perang di Gaza
"Konfrontasi sengit meletus dari jarak dekat, khususnya di kota al-Qawzah dan Rmeish, yang mengakibatkan 10 orang tewas, lebih dari 150 orang terluka, 9 tank Merkava hancur, dan 4 buldoser militer hancur," demikian laporan Perlawanan.
Eskalasi terus berlanjut di garis depan, sementara rudal dan angkatan udara Perlawanan Islam menargetkan posisi militer dan permukiman Israel.
Rudal menyerang dalam, Angkatan Udara menangkis pesawat nirawak dan pesawat tempur
"Kekuatan roket Perlawanan Islam terus meningkat dari hari ke hari, untuk menargetkan konsentrasi musuh Israel di pos dan pangkalan militer di sepanjang perbatasan Lebanon-Palestina, serta permukiman dan kota-kota yang diduduki di utara, meluas hingga pangkalan militernya jauh di dalam wilayah Palestina yang diduduki," demikian pernyataan Perlawanan.
Rudal berpemandu presisi, yang digunakan untuk pertama kalinya, semakin mengintensifkan konfrontasi, seperti yang dijelaskan dalam pernyataan tersebut.
Angkatan udara Perlawanan juga telah meluncurkan serangan pesawat nirawak ke posisi musuh, sementara misi pengintaian terus berlanjut.
Baca Juga: Israel Penjajah Kembali Serang UNIFIL, Dua Kamera Hancur dan Menara Pengawas Rusak
Selain itu, unit pertahanan udara berhasil mengusir pesawat pengintai dan tempur Israel.
"Pejuang Perlawanan Islam di unit pertahanan udara terus mengusir pesawat militer Israel, baik pengintaian maupun tempur, dengan menggunakan senjata yang tepat.
Mereka berhasil menjatuhkan dua pesawat pengintai jenis Hermes 450," demikian pernyataan Perlawanan.
Menurut penilaian Perlawanan, pasukan pendudukan Israel telah menderita sekitar 55 kematian dan lebih dari 500 luka-luka, di samping hancurnya 20 tank Merkava, 4 buldoser, sebuah kendaraan lapis baja, dan sebuah pengangkut personel lapis baja.
Angka-angka ini tidak termasuk kerugian lebih lanjut di pangkalan militer pendudukan Israel dan pos-pos yang lebih dalam di wilayah Palestina yang diduduki.***
Artikel Terkait
Eks Kepala Keamanan Israel Sangsi Netanyahu Bakal Menang di Gaza dan Lebanon
2 Prajurit UNIFIL Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon, Menlu Retno Sebut Pelanggaran Hukum Internasional
KSAD Tanggapi Rencana Penambahan Pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL di Lebanon
Hizbullah Lebanon, Gambaran Mental Diktator Bangsa Arab
Dua Tank Merkava Israel Jadi Korban Jebakan Maut Hizbullah di Lebanon