Dalam pernyataannya, UNIFIL mengingatkan IDF tentang kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, termasuk Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 (2006), yang menyerukan keselamatan personel PBB dan penghormatan terhadap keutuhan tempat PBB.
Lebanon Ajukan Keluhan ke DK PBB
Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pada hari Senin, Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman menuntut diakhirinya serangan yang disengaja terhadap UNIFIL yang beroperasi di Lebanon selatan, dengan menyatakan bahwa tindakan tersebut 'harus dihentikan' dan 'melanggar hukum humaniter internasional'.
Baca Juga: AS Ultimatum Israel untuk Atasi Krisis Kemanusiaan di Gaza, Paman Sam Ancam Putus Pasokan Senjata
Pernyataan tersebut menyusul deklarasi yang lebih luas dari sedikitnya 40 negara yang dibuat pada hari Sabtu, yang menyatakan 'dukungan penuh' mereka terhadap pasukan UNIFIL di Lebanon selatan.
Deklarasi tersebut muncul setelah lima personel UNIFIL terluka akibat penembakan Israel dalam 48 jam sebelumnya.
Diterbitkan oleh misi Polandia untuk PBB, pernyataan tersebut mendesak semua pihak yang terlibat dalam perang untuk 'menghormati kehadiran UNIFIL' dan menekankan perlunya 'memastikan keselamatan dan keamanan semua personelnya setiap saat'.***
Artikel Terkait
2 Prajurit UNIFIL Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon, Menlu Retno Sebut Pelanggaran Hukum Internasional
TNI Konfirmasi 2 Prajurit Bertugas di UNIFIL yang Jadi Korban Serangan Israel, Begini Kondisinya
KSAD Tanggapi Rencana Penambahan Pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL di Lebanon
AS Ultimatum Israel untuk Atasi Krisis Kemanusiaan di Gaza, Paman Sam Ancam Putus Pasokan Senjata
Tentara Cadangan Israel Protes, Desak Netanyahu Lakukan Pertukaran Tahanan dengan Hamas