Hal ini akan terus memberikan keyakinan terhadap kebijakan deradikalisasi dan antiterorisme Malaysia, sekaligus berfungsi sebagai pengingat bagi pemerintahan lain di kawasan ini, yang tengah mempertimbangkan untuk memulangkan warga negara mereka yang sangat radikal, tentang berbagai upaya holistik dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengubah warga lama mereka menjadi anggota masyarakat yang baik dan produktif.***
Artikel Terkait
Tegas! Perdana Menteri Anwar Ibrahim Resmi Larang Kapal Israel Berlabuh di Malaysia
Kesaksian Warga Rohingya, Ternyata Ini Alasan Pengungsi Pergi ke Indonesia dan Malaysia
Malaysia Kehilangan Rp126 Miliar karena Jalan Tol Gratis untuk Mudik, Indonesia Berani Tidak?
Judi Online Merajalela, AM Hendropriyono Sebut Pemerintah Bisa Tiru Upaya Malaysia
Ketua OIAA Indonesia Jelasakan 5 Karakter Utama Wasathiyatul Islam dalam Seminar di Malaysia