Tiga Negara Ini Undang Hamas dan Israel Lanjutkan Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 9 Agustus 2024 | 14:23 WIB
Tiga negara termasuk AS undang Israel dan Hamas untuk negosiasi gencatan senjata di Gaza yang sebelumnya sempat tertunda. (Twitter.com/@IDF)
Tiga negara termasuk AS undang Israel dan Hamas untuk negosiasi gencatan senjata di Gaza yang sebelumnya sempat tertunda. (Twitter.com/@IDF)
 

SENAYANPOST - Tiga negara, Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat (AS) telah meminta Israel penjajah dan Hamas untuk kembali dalam negosiasi gencatan senjata di Gaza.

Dalam pernyataan bersama yang disampaikan Kamis kemarin, ketiga negara tersebut mendesak Israel dan Hamas untuk melanjutkan diskusi mendesak pada 15 Agustus 2024 di Doha atau Kairo.

Pertemuan negosiasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas tersebut rencananya akan membahas tentang celah yang tersisa dan memulai pelaksanaan kesepakatan tanpa penundaan lebih lanjut.

"Sudah waktunya untuk menyelesaikan perjanjian gencatan senjata dan membebaskan sandera dan tahanan," bunyi pernyataan resmi dari Qatar, Mesir, dan AS pada 8 Agustus 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.

Baca Juga: Hamas Tunjuk Yahya Sinwar Jadi Kepala Biro Politik Baru

"Kami telah bekerja selama berbulan-bulan untuk mencapai kesepakatan kerangka kerja dan sekarang sudah ada di atas meja, hanya rincian implementasi yang belum ada," lanjutnya.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan cepat menanggapi seruan tersebut.

Mereka mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Israel akan mengirim delegasi untuk menghadiri perundingan minggu depan untuk menyelesaikan rincian dan melaksanakan perjanjian kerangka kerja.

Sementara itu, Hamas, faksi politik Palestina yang memerintah Gaza, belum menanggapi.

Pernyataan bersama itu muncul di tengah upaya yang gagal selama berbulan-bulan untuk mencapai gencatan senjata di Gaza, tempat serangan militer Israel telah menewaskan sedikitnya 39.699 warga Palestina dan melukai 91.722 lainnya sejak awal Oktober.

Baca Juga: Hamas akan Umumkan Kepala Biro Politik Baru Usai Ismail Haniyeh Gugur Diroket Israel

Pembunuhan kepala politik Hamas Ismail Haniyeh baru-baru ini di ibu kota Iran, Teheran yang secara luas diyakini dilakukan oleh Israel juga memicu pertanyaan tentang prospek kelanjutan negosiasi gencatan senjata.

Pembunuhan Haniyeh yang telah menjadi tokoh kunci dalam perundingan tersebut dipandang oleh banyak orang sebagai upaya pemerintah Netanyahu untuk menggagalkan upaya negosiasi untuk mengakhiri perang.

Koresponden Al Jazeera Hamdah Salhut mengatakan keadaan kematian Haniyeh akan menambah kompleksitas negosiasi di masa mendatang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X